Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2022

Pribadi dan hidup sederhana

Dari dulu saya suka sekali hidup sederhana, seperti naik angkot, ojeg, dan makan makanan rumah. Sesekali punya barang mewah atau makan di restoran fancy tentunya pernah dilakukan. Tapi tidak tiap hari. Hidup hemat dan sederhana adalah pilihan. Tabungan harus ada untuk kesehatan atau pendidikan. Saya memilih investasi untuk pendidikan karena saya suka belajar.  Setiap orang punya prinsip masing-masing. Untuk saya keluarga dan pendidikan nomor satu. Saya juga sering terinspirasi dari teman-teman saya. Saya punya banyak teman yang makan berusaha sehemat mungkin untuk bayar spp. Kuliah di PTN bukan berarti punya teman yang kaya dan bawa mobil kemana-mana.  Setelah lulus kuliah saya juga mulai kerja, saat kerja saya juga masih naik angkot, dan makan di gelap nyawang asal bersih. Soalnya kalau sakit saya tidak kuat. Sepertinya lambung saya sangat sensitif. Salah makan langsung sakit perut atau asam lambung. Jadi lebih selektif memilih makanan. Cita-cita saya bisa punya rumah sederha...

Bidang kuliah dan hidup saya

Sejak dahulu saya suka sekali kuliah planologi. Meski saya orangnya introvert, saya berusaha mencari passion apa di hati saya. Ternyata saya menemukan passion saya di tata kota. Pertama masuk ITB, takdir saya masuk planologi. Saya sempat kikuk juga sih dengan kuliahnya. Harus bertemu banyak orang, wawancara terus menerus, kuesioner. Lelah terasa juga ya. Alhamdulillah badan kuat. Allah baik memberi saya kesempatan kuliah master degree di Belanda. Saya pernah menulis di blog saya mengenai perjuangan S2 saya di Belanda. Cukup berat perjuangannya. Alhamdulillah otak saya masih sampai kuliah di sana. Saya cukupkan saja sampai master degree. Saya juga masih semangat untuk melanjutkan pekerjaan dan kuliah di planologi. Mungkin perlu adaptasi karena saya sudah lama tidak kuliah planologi. Jurusan lain jelas saya tidak mengerti. Tidak mengerti juga tidak apa-apa. Kan bisa tanya orang lain atau cari pertolongan orang. Kuliah kerja panjang di bidang yang sama kadang membuat saya bosan, selama ta...

Survive corona

Setelah sekian lama tidak menulis blog, akhirnya saya bisa menulis lagi. Saya terkena corona beberapa minggu lalu. Alhamdulillah sembuh dalam 10 hari. Terkena corona memang berat pada awalnya. Saya test pcr dan positif corona sehingga harus isoman di rumah. Saya bingung harus cerita ke siapa dan merasa kesepian sehingga sakitnya bertambah parah di awal sakit. Setelah kondisi badan membaik saya bisa cerita ke teman-teman saya. Saya sendiri sudah vaksin corona dua kali. Namun takdir Allah yang menentukan saya terkena corona juga. Karena saya sedang banyak pikiran saat itu, imun drop dan mudah tertular dari orang lain. Ternyata setelah terkena corona saya melihat virus ini seperti siluman, berputar-putar di kepala membuat bingung dan lupa banyak hal. Saya bahkan lupa nama saya.  sumber: pinterest Gejala corona juga mudah meningkat setiap saya stres, atau panik. Strateginya saya matikan semua berita corona yang menegangkan dan apapun hal yang memicu stres. Saat panik, pernafasan tergan...