Dari dulu saya suka sekali hidup sederhana, seperti naik angkot, ojeg, dan makan makanan rumah. Sesekali punya barang mewah atau makan di restoran fancy tentunya pernah dilakukan. Tapi tidak tiap hari. Hidup hemat dan sederhana adalah pilihan. Tabungan harus ada untuk kesehatan atau pendidikan. Saya memilih investasi untuk pendidikan karena saya suka belajar. Setiap orang punya prinsip masing-masing. Untuk saya keluarga dan pendidikan nomor satu. Saya juga sering terinspirasi dari teman-teman saya. Saya punya banyak teman yang makan berusaha sehemat mungkin untuk bayar spp. Kuliah di PTN bukan berarti punya teman yang kaya dan bawa mobil kemana-mana. Setelah lulus kuliah saya juga mulai kerja, saat kerja saya juga masih naik angkot, dan makan di gelap nyawang asal bersih. Soalnya kalau sakit saya tidak kuat. Sepertinya lambung saya sangat sensitif. Salah makan langsung sakit perut atau asam lambung. Jadi lebih selektif memilih makanan. Cita-cita saya bisa punya rumah sederha...
Nusaiba Adzilla, future planner, Planologi 2009