Tentang sosial media memang tidak akan habis diulik oleh semua orang. Dari banyak sosial media, saya masih memiliki instagram dan facebook. Sisanya saya delete untuk menjaga kewarasan, serta agar tidak kecanduan sosial media. Dahulu sih saya termasuk salah satu instagram freak. Apalagi ketika kuliah di Belanda. Saya ingat saya beli baju dan coat baru hanya untuk tidak memiliki foto dengan coat yang sama di setiap post instagram. Serta jalan-jalan ke banyak tempat, saya pikir salah satu tujuannya untuk dipamerkan di sosial media. Lama kelamaan saya bosan juga. Mengapa hidup ini seperti ada di dua dunia. Dunia normal dan dunia maya. Ketika ada masalah dengan stres, saya melihat sosial media memang dengan cara yang beda. Iri, stres dan lainnya. Memang hal negatif yang saya ambil ketika saya bermasalah, maka saya memilih untuk rehat sosial media. Delete sosial media supaya anxiety saya tidak tambah parah. Melatih pola pikir agar lebih positif. Dan melatih diri agar bersosialisasi dengan te...
Nusaiba Adzilla, future planner, Planologi 2009