Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2024

Menonton Drama Korea

Menjadi ibu anak satu memang cukup sibuk setiap harinya. Kadang rutinitas mengasuh anak juga terasa menjenuhkan. Untuk mengatasi kejenuhan tersebut, aku suka mencari hobi atau rutinitas yang menyenangkan. Karena waktuku dibagi untuk bekerja dan mengasuh anak, kadang hariku lumayan padat. Tapi kadang juga ada waktu senggang, misalnya saat anak sekolah atau pekerjaan sedang sedikit. Saat senggang itulah aku sering mengisi dengan hobiku, yaitu menonton drama korea. Banyak alasan mengapa aku suka drama korea. Drama korea memiliki alur cerita yang menarik, sehingga waktu sejam untuk satu episode tidak terasa. Selain itu tentu saja aktor dan aktris di drama penampilannya menarik, sehingga tidak pernah bosan untuk dilihat. Meski tidak sampai ngefans berat, tentu saja aku mempunyai beberapa aktor dan aktris yang paling aku sukai. Selain itu, genre dari drama korea juga beragam. Selain percintaan, ada juga yang genrenya fantasi, thriller hingga misteri. Dari semua genre, aku paling suka g...

Aku dan Rencana Hidupku

 Karena pekerjaanku adalah planner, aku paling suka merencanakan suatu hal. Mungkin karena pekerjaanku yang kubawa jadi kebiasaan. Secara rinci aku rencanakan rencana untuk beberapa bulan hingga lima tahun ke depan. Saking senangnya planning rencana hidup, hampir semua buku tulisku ada isinya tentang hal tersebut. Sambil menunggu anak terapi aku membawa catatan untuk memikirkan rencana beberapa bulan ke depan. Kadang aku sedang melamun di sore hari, lalu aku memikirkan hidupku di masa depan dan terpikir berbagai macam hal. Langsung aku ambil notesku dan aku tuliskan rencana tersebut, karena takutnya lupa. sumber ilustrasi: Canva Tapi belakangan ini aku sering galau karena sibuk memikirkan masa depan. Apalagi untuk hal-hal besar yang aku inginkan. Misalnya mengenai pekerjaan impianku hingga membangun rumah tangga. Rasanya kepalaku terus berpikir dan berpikir. Ingin begini dan begitu, serta sibuk memikirkan kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Capek juga rasanya. Kadang, ...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...