Skip to main content

Aku dan Rencana Hidupku

 Karena pekerjaanku adalah planner, aku paling suka merencanakan suatu hal. Mungkin karena pekerjaanku yang kubawa jadi kebiasaan. Secara rinci aku rencanakan rencana untuk beberapa bulan hingga lima tahun ke depan.

Saking senangnya planning rencana hidup, hampir semua buku tulisku ada isinya tentang hal tersebut. Sambil menunggu anak terapi aku membawa catatan untuk memikirkan rencana beberapa bulan ke depan. Kadang aku sedang melamun di sore hari, lalu aku memikirkan hidupku di masa depan dan terpikir berbagai macam hal. Langsung aku ambil notesku dan aku tuliskan rencana tersebut, karena takutnya lupa.

sumber ilustrasi: Canva

Tapi belakangan ini aku sering galau karena sibuk memikirkan masa depan. Apalagi untuk hal-hal besar yang aku inginkan. Misalnya mengenai pekerjaan impianku hingga membangun rumah tangga. Rasanya kepalaku terus berpikir dan berpikir. Ingin begini dan begitu, serta sibuk memikirkan kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Capek juga rasanya.

Kadang, ada plan yang aku sudah buat dengan rapih namun belum berhasil. Misalnya, aku sudah optimis apply kerja di suatu tempat. Aku sudah lakukan prosesnya hingga wawancara. Setelah wawancara, aku sudah membayangkan akan tinggal di sana, nanti rencana dengan anakku bagaimana hingga akan tinggal dimana. Namun ternyata saat pengumuman namaku tidak ada di pengumuman. Jika mengalami kejadian pahit, aku suka ingin menyerah saja dengan rencanaku. Akhirnya aku jalani hidup seadanya saja jika sudah gagal.

Namun, banyak juga hal baik yang datang di luar rencanaku. Terkadang ada rezeki yang datang tiba-tiba. Aku juga tiba-tiba ditawari tambahan pekerjaan sehingga hidupku membaik. Aku sangat bersyukur jika Allah memberiku hadiah. Dan jika hal baik terjadi, aku semangat menjalani hidup, terutama menanti hari esok.

Setelah banyak hal kujalani, aku sadar rencana Allah yang terbaik. Aku tetap senang planning rencana ke depanku, sambil tetap berusaha optimis. Aku juga pikir selain merencanakan, banyak hal yang bisa mulai aku kerjakan dari hal-hal kecil. Sehingga hidupku akan terus berprogress. Bismillah, semoga masa depan yang baik menantiku.

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Jalan-jalan ke korea: Membuat Visa Korea Selatan (1)

Jadi aku memutuskan untuk menulis tentang perjalanan ke korea ini, honestly I'm so excited! pergi ke korea 10 hari dengan rute perjalanan Busan - Jeonju - Seoul. Aku pergi dengan mamahku, bu adjar (teman mamah) dan di Korea ada adikku yang lagi exchange selama satu tahun dan kuliah di seoul. Pemesanan tiket selesai (airasia.com), karena kami memutuskan untuk kemana-mana sendiri dan tidak memakai travel, begitu ada tiket promo ke Busan, akhirnya kami beli. Tiket pesawat ke Busan hanya 1,2 juta rupiah, ditambah bagasi dll jadi sekitar 1,5 juta rupiah. Untuk pulangnya, kami belum pesan dulu karena belum menentukan pulangnya kapan awalnya, dan belum dapat tiket promo yang murah dari seoul, dan akhirnya pas udah deket sekarang harus beli, dan dapat tiket seharga 2,5 juta rupiah belum dengan bagasi, dari Seoul. Untuk hotel kita pesen dari booking.com, di Busan di Hansung Motel Busan dan untuk di Seoul di Hongdae Uncle Seoul. Kita sengaja cari yang murmer karena ingin banyak jalan-jalan ...