Aku memutuskan untuk memulai karir kembali sejak tahun lalu menjadi single mom. Tadinya aku merasa cukup jadi ibu rumah tangga saja, dan mengasuh anak. Itu saja sudah repot sekali. Tapi karena aku harus mencari nafkah, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk membiayai diri dan anakku. Aku dulunya ibu rumah tangga biasa yang pikirannya mengurus anak dan bersih-bersih rumah. Sekarang kondisi menuntutku untuk menjadi kepala keluarga. Untungnya sebelum aku menikah aku pernah bekerja dan kuliah master, sehingga menjadi modal awal dan CVku tidak kosong-kosong amat. Aku juga tidak terlalu kaget dengan bagaimana harus bekerja, meski dahulu kerjaku kebanyakan freelance proyek. Tahun ini, aku sudah beberapa kali melamar kerja. Belum sampai tidak terhitung. Yang sudah lolos ke tahap interview hanya dua, dan kulakukan sebisa mungkin dengan pengalamanku yang masih minim. Tapi belum rezeki ternyata. Email penolakan memang tidak diterima, tapi tidak dikabari jika tidak lolos tahap lebih la...
Nusaiba Adzilla, future planner, Planologi 2009