Skip to main content

ketemu temen lama...

ketemu temen lama? seneng gak yaa..

tadi te ceritanya aku lagi nganterin kang irfan ma nindya..
lomba artikel ma mading di Pusdai..

daripada ga ada kerjaan, aku nonton deh kang irfan presentasi artikelnya..
dan taunyaaa,,ketemu ma temen SMPkuu!

ohoho..bukannya kaget atau gimana,,dzila mah asa biasa aja da ngelat dia teh..
jadi gak berasa ketemu temen lama..
padahal udah lumayan lama juga gak ketemu,sekitar 1 setengah taunan..

si temen lama yang namanya Salman ternyata ikut lomba artikel juga, sama kaya kakak kelasku yang narsis ituuw (baca: K'irfan)
pertamanya aku gak sadar dia tu Salman,soalnya mukanya perasaan beda ma terakhir ketemu
aku baru sadar dia tu bener temen lamaku pas dia ngenalin diri pas lombanya..
keterlaluan bgt g sih aku??

aku malah ngira dia temen SDku..Dan udah bilang ke orang"..
"Eh itu yg lagi presentasi temen SD aku lhooo" dengan bangganya LOL

ehh pas dia duduk lagi di tempatnya (kebetulan tmpat duduknya TEPAT di depanku) dia nanya..
dzill.nak SMP ISTQ siapa aja yang masuk ke 2?
dan aku tuu baru sadar dia temen SMP akuu! dia sekolah di SMP ISTQ juga sama kayak akuu!

tapi ya gitu aja da pertemuannya..ngobrol" dikit..gak pake ngegosip sih (soalnya lagi puasa)
dan pertemuan singkat itu diakhiri ma Salman..

"duluan yaa..dah."

Udah? gitu doang? gak tuker" nomer hp? (secara nomer hp kan sukany gonta-ganti) gak makan bareng? (gak mungkin lah kan puasa) gak jalan" terus ngobrol" gitu?

ah..udahlah..tapi seneng juga ketemu temen SMP..walaupun dia sekelas ma aku cuma setaun pas kelas satu aja..

oo..hope I could find more friend in the future..

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...