Skip to main content

sakiit gigi

sakit gigi? gimana sih rasanya?

OMG. sakit. sakitt banget

Kamu mungkin mikir ini cuma sakit gigi yang biasa dirasain sama orang-orang, yang terjadi kalo orang itu kebanyakan maka permen. (yah semacam gigi berlubang ma nyut-nyutan gitu)
Tapi ini lain. Laiin banget! iya beneran
lain!
Kalo kamu ada di posisi sebagai aku, dan ngerasain sakit gigi kaya gini, dijamin kamu bakal pengen cepet-cepet balik lagi ke posisi kamu sendiri. wuaah. ngebayang lah sakitnya kaya apa.
2 hari yang lalu, aku ke dokter gigi. Dan ternyata dokter gigi aku masang 'behel' (baca: be, seperti di kata 'beres' dan hel di kata 'helai') di gigi bawah aku.
Oke, dokter aku pernah bilang sebelum masang behel, atau kawat ini.
"Udah siap masang behel?"
"Udah dok..saya siap. kenapa gitu dok?"
"Soalnya bakal sakiit"
"Oia dok? Ya gapapalah.. Saya yakin mau dibehel juga"
"Yah paling sariawan-sariawan dikit.."
Haha. Kalo inget waktu pertama ke dokter orthodentinst itu, aku jadi pengen ketawa. Emang sekarang aku lagi ngalamin sariawan, dan gak cuma satu, tapi tiga sekaligus.
Dan si sariawan itu, kalo udah kena makan dikiit aja, pasti ngilu-ngilu. Makanya udah 2 hari ini aku makannya harus hati-hati banget. Kadang-kadang makan bubur yg beli di luar, kadang juga makan biskuit yang dicelup ke teh (supaya lembek katanya). tapi lumayan enak kok.
paling rada miris ngeliat mamah sama adik aku yang tersayang makan ikan goreng dengan enaknya.
Uuh, pake behel itu emang perjuangan bangeet.

AYO SEMANGAT!

today schedule:
rapat osis
ke togamass beli komik
jalan-jalan?
nonton dorama honey & clover

Comments

salmabudiman said…
wah iya. saya udah liat lho.. hihihi

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...