Skip to main content

email

email aku.

yahoo : dzila.dzii@yahoo.com . d_kikumaru@yahoo.com . nusaiba.adzilla@yahoo.com

hotmail : rewrite_again@hotmail.com

gmail : japanluver@gmail.com

hua!
pas inget aku punya email sebanyak ini, aku kaget banget!
biasanya orang paling banyak punya e-mail juga 2 atau 3 aja. tapi ini mah ada satu,dua,tiga,empat...lima!
ngurusin satu aja udah susah banget. apalagi lima :( mungkin orang bakal mikir kaya gitu.
Nah,
Justru aku bikin email baru soalnya males ngurus email yang sebelumya. Biasanya kalo udah ngecek email dan nemuin e-mail2 g jelas yang udah menuhin inbox sampe lembar ke 200, aku langsung bikin e-mail baru. Yang lama ditinggal.

Tapi itu salah aku sendiri sih. Dulu aku suka ikut milis-milis, kayak milis harry potter indonesia, koike teppei indonesia, milis penggemar dorama, dll. Dan aku bisanya cuma join doang. Abis itu dibiarin deh. Jadi aja e-mail2 dari milis itu cuma bisa numpuk di inbox. Apalagi buat ngedeletein e-mail2nya. males banget!

Alhasil terbuatlah 5 email tsb. berawal dari kemalasan aku ngurusin e-mail.
dan bodohnya kemarin banget aku bikin e-mail lagi.

gara-gara tergiur sama namanya yang bagus, rocketmail

nama emailnya: anonymous_me@rocketmail.com

oke (sok gaul bgt y emailnya) jadi kalau mau hubungin aku lewat e-mail bisa kirim ke yang mana aja. tapi yang paling sering dibuka sih dzila.dzii@yahoo.com (oia fs juga pake email itu)

Comments

Anonymous said…
Milis teh dimanana pohon karet?
-pa maman-
Nusaiba Adzilla said…
haha. kang tommy inget aja.

eh gmn sih ngedit facebook te?
gitadine said…
adine juga banyak e-mailnya. :D

gita_diani@yahoo.com
waterbendergirl_0212@yahoo.co.id
gitadine@gmail.com
gitadine@hotmail.com
gitadine@doramail.com

hohoho.

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...