Skip to main content

Blog Readability Test

I found this thing in someone's blog when I was blog walking. It makes me curious, so I try this blog readability test. It's really simple, when you entered the website there is a command to write your blog's name in the space. Then click the check readability now. It shows us who can read our blog, is it a junior high schooler, highscholer, and so on.
So to satisfy my curiosity I took the test immediately and guess what.
The result is.. jengjeng (it's a backsound hahaha)..

blog readability test

TV Reviews


wawaw. It's really suit me. hha
So I think reading my blog is not so difficult right? Yeah the vocabularies and the grammars are wrong in many times. It means I have to develop my ability in English.

The website is www.criticsrant.com
And this tool not only work on blogspot, but also works in myspace, facebook, etc
SO what's yours? Take the test and don't be surprise with the result!


well, today my little sister bought two novel, new moon and eclipse. She is so rich that she could buy two expensive novel in one time. New moon and eclipse is the second and the third book of twilight. This novel make me crazy :DD
I remember that tomorrow I'll have a Try Out for UAN in SSC, but I'm getting sick of TO and exam, and I decide to read this two bestseller novel all night long hha.

I hope tomorrow I can do the try out well (good is OK for me, I never thought to get excellent for Try Out haha.) and passed the passing grade for my first choice, ITB since I just study a little :DD

Comments

siSAIIAH said…
dziLLa...
sorry...

i onLy put those whom i know where they're heading...
sorry...

wherever you go,
i'LL aLways wish you the best...

caiLah...
udah mah b. ingny pabaLiut Lgi...
hha...
Nusaiba Adzilla said…
well it's ok.
cuma rada kecewa aja >< hhe gpp kok.

your english is good :D
justru aku yg jd bingung kalo mau ngepost. udah tanggung pk b.inggris tp jadi lama mikirnya hha.

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...