Skip to main content

UAS is already finished! But..

YEYYY! in my last post, I was desperate to study math and many more. But now I'm FREE! UAS is finished, with math exam as the closing exam. Wew this math exam is the last, but also the most DIFFICULT i can say :( . When I saw the question, I just forgot all the math formula (incl. vector, integral and many more) that I have learned before. I had studied all night yesterday, until 11 pm (I was very sleepy that time.) but I think the type of question I had learned is really different from the question in the test. My Math teacher is Mrs.Sri, she is very kind and often gives us easy question. This Math exam were made by Mr. Frey which is very opposiolte for Mrs.Sri. He is kind too. But when it came to the exam it will be very very difficult and some of my friends say that his Math question is equal as question in Math Olympiad.

No no. That's all about Math, I cannot talk about this topic again, because my head is getting dizzy just to think about it.

Yeah, I've remembered that I am now in the third grade and it means.... I will facing some more exam >_< that will be 3 more days of hell.
What's all the exam about? ? My teacher said that it'll be a pretest for Ujian Akhir Nasional or UAN. So in 3 days we will get this exam, and we will know many tipe of question in UAN.

uhh.. No I am not FREE. yes, not yet. Maybe in just 4 days more and I can breath some fresh air. I can read many comic, I can go anywhere, comic corner or PVJ, and I can do anything yeyeah! Thinking of this make me excited. :) hha.

So just wait patiently without complain anything right? We can take the good result in the end. amin

Comments

Anonymous said…
Hey, Mr.Freddy's question is a lot easier than question in math olympiad. :)
Nusaiba Adzilla said…
wew. so the rumor is not true haha.

How about Math's question in UAN? it's dificult right?
assalamu'alaikum t'dzill... n_n
Nusaiba Adzilla said…
waalaikumsalam tika.
makasih y udah mampir :0
gitadine said…
assalamu'alaikum t'dzill... n_n
hihhi.

nooo you really shouldn't have gone to school just for the pre-test because i did NOT, hahaha.

* sebenarnya hanya membolos di hari ketiga, tapi entah kenapa bangga sekali, hahaha.
Nusaiba Adzilla said…
hha. iya ya. kata bu pritta pretest pretest itu g penting.

TO yg komersil mengatasnamakan UAN. LOL

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...