Saya ingat sekali, waktu saya menonton ini, saya gak bisa berhenti. Saya nonton sampe jam 2 malem saking ramenya. haha.Drama ini menceritakan tentang seorang cewek smp, namanya Mei. Mei ini lahir di tanggal 29 Februari 1992. Dimana tanggal 29 Februari cuma ada 4 tahun sekali, dan ulang tahunnya hanya bisa dirayakan 4 tahun sekali juga. Di ulang tahunnya ke 8, ia bertemu seorang anak laki-laki. Pertemuannya di depan toko kue. Mei membawa kue ulang tahun, dan tiba-tiba ditabrak oleh anak laki-laki tersebut. Dari pertemuan itulah Mei tahu bahwa anak laki-laki tersebut berulang tahun juga, di hari yang ada hanya 4 tahun sekali. Mei memberi coklat yang ada di kue ulang tahun tersebut sebagai hadiah dan sebuah kartu. Dan berakhirlah pertemuan mereka
8 tahun kemudian mereka bertemu, anak laki-laki tersebut ternyata bernama Atsushi, Atsushi kenal Mei tapi Mei tidak kenal atsushi. Di sini ternyata dimulailah romance mereka. Sampai pada akhirnya Atsushi menyatakan cinta kepada Mei
"Apakah kamu percaya takdir?" katanya
Mei sendiri yang suka pada Atsushi tidak ingat kejadian dulu, tapi mengiyakan pertanyaan tersebut dan menerima Atsushi.
Tapi ternyata banyak halangan yang menyulitkan hubungan mereka, mulai dari temannya yang bunuh diri, kasus narkoba ibu Atsushi dan sebagainya. Mereka harus berusaha, dan tidak sampai sebulan bahkan di awal liburan musim panas mereka memulai di akhir liburan musim panas Atsushi mengakhiri hubungannya dengan Mei. Dan terus berlanjut perjuangan mereka..
Dorama ini bergenrekan romantis, namun unsur dramanya juga terlihat sangat kuat. Banyak emosi yang tercampur, setiap episode terdapat konflik, tidak berlebihan, yang membuat kita tidak mau meninggalkannya. Banyak pesan moral. Dorama ini ditujukan kepada remaja ke atas, karena latar dari drama ini banyak di sekolah. Dan tentunya dengan kehidupan sekolah, walaupun tidak biasa karena ada pembullyan, bunuh diri hingga narkoba. Tapi itu tidak terlalu ditunjukkan, sehingga masih bisa adem ayem aja nontonnya walaupun terkadang teriak-teriak sendiri. hehe
Comments