Skip to main content

planologi fun day & career visit

ngebut nih, 2 hari berturut-turut ada acara dari divisi keprofesian HMP yang gokil dan seru (katanya org). Acaranya rame, dan bener-bener menambah ilmu banget! (y) gak nyesel rapat tiap hari buat jadi panitia acara-acara ini. Apa sih acaranya? Apa? APA??? Penasaran kan?

1. Planologi Fun Day
Kalo kata Kak Ferdi kadiv keprov kita sih:
Aplikasi keilmuan PWK yang menyenangkan dengan mengexplore spot2 di kota bandung yang menarik namun sudah terlupakan.
Hadiah menarik di akhir acara sudah menanti anda!Pasti penasaran kan?
Nambah ilmu,nambah ceria,dapet hadiah zupppper.
Dijamin ngak nyesel
So, luangkan waktu mu yaa tanggal 30 Januari yaa :)
Don't miss it!!!

2. Career Visit

caption dari tag-an di fb:
Dvisi Keprofesian HMP ITB bakal ngadain career visit ke UNDP dan World Bank tanggal 31 Januari 2010, kuota terbatas lho! (2007: 25 kusi, 2008: 30 kursi, 2009:25 kursi) pendaftaran sudah mulai bisa dibuka hari ini sampai tanggal 26 Januari ke pj angkatan masing2 (Andel HMP07, Riris HMP08, Ical HMP09). Biaya Pendaftaran 80ribu (udah termasuk transport,makan,snack). Buat warga yang ada kuliah bakal ada surat ijin resmi dari prodi. Ayo warga buruan daftar dan jangan lupa bayar :)

karena udah terlewat acaranya, sebenernya banyak yang mau diceritain dengan detail. Tapi berhubung keterbatasan waktu, jadi sementara gini dulu aja, :)
tunggu di post berikutnya!

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...