Skip to main content

some new korean drama for holiday

wohooo I'm in the middle of holiday!!
libur selama 3 bulan, lama juga ya. Tapi satu setengah bulan ini udah dihabisin buat acara di himpunan yaitu syukuran wisuda, walaupun sibuk tapi seruu.
Akhirnya syukuran wisuda (syukwis) selesai juga 16 Juli kemarin!! Harus nyari kegiatan yang gak kalah serunya. Dan akhirnya, kalau lagi nganggur di rumah ujung-ujungnya nonton drama korea <3 sebelum syukwis sempet ke chelsea dianterin andien, dan beli 2 seri DVD, yaitu:
- playful kiss
- 49 days
abis beli saya langsung ngebut nonton, satu seri yang 20 episode = 20 jam dihabisin dua hari. hebat juga :3
yang paling seru sih 49 days, ceritanya romance tapi fantasi. Dan di luar dugaan banyak tragis-tragisnya. Sampai kadang-kadang pengen nampar dan mukul si pemeran antagonis. Well that's quite fun.
playful kiss juga seru, walaupun adik saya ribut banget katanya ceritanya garing banget, ternyata pas ditonton lucu-lucu aja. Karena kim hyun joongnya super ganteng. Jadi masih kuat aja nonton sampai selesai walaupun ceritanya agak monoton. Tapi pas saya nonton adik saya suka dateng terus ribut nanya 'kok masih nonton? kan gak seruu" It's a little bit annoying.

Lalu beberapa hari yang lalu setelah syukwis ke chelsea lagi buat beli dvd, karena yg kemarin udah habis, sekarang bareng fitri. Dan kemarin beli
- the greatest love
- lie to me
tapi belum sempet ditonton!! jadi belum bisa review.
Dan yang pengen banget nonton dan belum selesai di koreanya:
- City Hunter
- Ripley
- Heartstring

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...