Beberapa waktu ini saya membuka fb, dan ada yang menginvite event. Saya buka, yang saya kira eventnya adalah acara di kampus, yang sering sekali diadakan.
begitu dibuka..
eventnya adalah..
Undangan Walimatul 'Ursy untuk Fika DKM Al-Ikhlash
Walimatul Ursy (setahu saya) adalah semacam resepsi yang berguna untuk memberitahuk an kabar baik pernikahan kepada para kenalan.
Itu belum kaget, yang kaget adalah ketika melihat siapa yang menginvite event, namanya Miraj, adik kelas saya waktu SMA, angkatan 2010, kuliah di SF ITB.
Adik kelas............. berarti dia lebih muda dari saya. Dan saya hitungannya saat ini masih 20 tahun, hampir 21. Berarti dia masih sekitar 19 tahun, dan belakangan ini saya tau dari adik saya (dia seangkatan dgn adik saya) bahwa umurnya masih 18 tahun.
Alhamdulillah sih, seneng, tapi kaget. Hebatnya di umur semuda itu, tingkat 2 saya masih mikirin osjur, gimana masuk himpunan, pengen ikut kepanitiaan ini itu, dan dia sudah akan mengikat hubungan seumur hidup dengan seseorang.
Saya sendiri bukannya belum kepikiran, tapi masih berupa rencana masa depan.. Menikah itu sunnah rasul, dan memenuhi sebagian agama. Apalagi saya juga berpikiran, dan dalam Islam juga diajarkan bahwa tidak boleh pacaran. Banyak hal di balik itu, dan saya percaya kalau itu yang terbaik, walau ketika ditanya orang mengapa tidak mau pacaran, saya masih belum maksimal menjawabnya (maklum ilmu masih kurang, hehe). Saya tau banyak wanita yang lebih menjaga kehormatannya dari saya, bahkan sampai menundukkan pandangan terhadap lawan jenis, yang saya sendiri belum bisa. Jadi memang solusi untuk menjaga hawa nafsu, dan juga untuk beribadah adalah dengan menikah. Subhanallah ya.
Mamah saya dan saya juga beberapa kali membicarakan nikah, misalnya kalau nikah ingin di Mekkah lalu di Indonesia syukuran aja, lalu kalau nikah resepsinya jangan pake adat-adat, biasa aja, mau ngundang siapa buat nyanyi di pernikahan, lalu macem-macem. Terus di akhir saya bilang, calonnya manaaaaa . haha. Orang tua selalu bilang, Insya Allah ada mba, jodoh kan udah ditentukan di tangan Allah, sekarang kamu berusaha buat jadi lebih baik, lebih rajin ibadah, karena calon suami kamu kan berdoa 'semoga dapat wanita yang solehah. Kalau ingin dapat suami yang soleh, kamu juga harus usaha. (haha)
“Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur':26)
Insya Allah menikah muda, atau menikah di umur berapapun baik, selamat ya Miraj atas pernikahannya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warrohmah. Amin
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
begitu dibuka..
eventnya adalah..
Undangan Walimatul 'Ursy untuk Fika DKM Al-Ikhlash
Walimatul Ursy (setahu saya) adalah semacam resepsi yang berguna untuk memberitahuk an kabar baik pernikahan kepada para kenalan.
Itu belum kaget, yang kaget adalah ketika melihat siapa yang menginvite event, namanya Miraj, adik kelas saya waktu SMA, angkatan 2010, kuliah di SF ITB.
Adik kelas............. berarti dia lebih muda dari saya. Dan saya hitungannya saat ini masih 20 tahun, hampir 21. Berarti dia masih sekitar 19 tahun, dan belakangan ini saya tau dari adik saya (dia seangkatan dgn adik saya) bahwa umurnya masih 18 tahun.
Alhamdulillah sih, seneng, tapi kaget. Hebatnya di umur semuda itu, tingkat 2 saya masih mikirin osjur, gimana masuk himpunan, pengen ikut kepanitiaan ini itu, dan dia sudah akan mengikat hubungan seumur hidup dengan seseorang.
Saya sendiri bukannya belum kepikiran, tapi masih berupa rencana masa depan.. Menikah itu sunnah rasul, dan memenuhi sebagian agama. Apalagi saya juga berpikiran, dan dalam Islam juga diajarkan bahwa tidak boleh pacaran. Banyak hal di balik itu, dan saya percaya kalau itu yang terbaik, walau ketika ditanya orang mengapa tidak mau pacaran, saya masih belum maksimal menjawabnya (maklum ilmu masih kurang, hehe). Saya tau banyak wanita yang lebih menjaga kehormatannya dari saya, bahkan sampai menundukkan pandangan terhadap lawan jenis, yang saya sendiri belum bisa. Jadi memang solusi untuk menjaga hawa nafsu, dan juga untuk beribadah adalah dengan menikah. Subhanallah ya.
Mamah saya dan saya juga beberapa kali membicarakan nikah, misalnya kalau nikah ingin di Mekkah lalu di Indonesia syukuran aja, lalu kalau nikah resepsinya jangan pake adat-adat, biasa aja, mau ngundang siapa buat nyanyi di pernikahan, lalu macem-macem. Terus di akhir saya bilang, calonnya manaaaaa . haha. Orang tua selalu bilang, Insya Allah ada mba, jodoh kan udah ditentukan di tangan Allah, sekarang kamu berusaha buat jadi lebih baik, lebih rajin ibadah, karena calon suami kamu kan berdoa 'semoga dapat wanita yang solehah. Kalau ingin dapat suami yang soleh, kamu juga harus usaha. (haha)
“Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur':26)
Insya Allah menikah muda, atau menikah di umur berapapun baik, selamat ya Miraj atas pernikahannya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warrohmah. Amin
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
Comments