Skip to main content

4 days experience - Singapore: Universal Studio Singapore, Departure

Hari ke 3
Universal Studio Singapore

Kedua kalinya ke USS, yay. Untuk ke USS ada beberapa cara, bisa naik shuttle bus, bisa dengan cable car karena letaknya di Sentosa Island. Pertama waktu ke sana kita bisa naik shuttle bus dari hotelnya, sekarang karena gak ada, kita coba naik cable car. Untuk ke sana, naik MRT dulu ke Vivo City, lalu naik ke lantai paling atas. Di sana ada cable car. Untuk yang mau ke Universal Studio dan g mengutamakan ngeliat pemandangannya, lebih baik jangan naik cable car karena harganya mahal (sekitar 8-10 dollar sg, agak lupa) dan jaraknya dekat sekali. Kalau ada info untuk naik shuttle bus lebih baik naik shuttle bus.
Sebelumnya sudah pesan tiket di Indonesia lewat internet, jadi lebih murah dan praktis. Pesannya lewat asiatravel (lagi). Harga tiket USS yang kami pesan sekitar 65 dollar sg, dengan harga segitu kami dapat tiket masuk + diskon makan 10 dollar sg + diskon pembelian souvenir 5$ sg. Dengan kupon makan tersebut, kami pakai jadi total makan berempat yang 43 dollar sg jadi hanya bayar 3 dollar sg saja. Oh ya, di sana banyak makanan halal hanya tinggal lihat di flyer Universal Studionya. Mushola juga ada.
semua orang yang ke sini pasti foto di depan bola dunia Universal Studio, haha

Jadi di sana ada karakter-karakter yang berkeliaran buat difoto :D tapi ada waktu dan tempatnya gitu, hehe. Ini sama fairy godmother

Di sana tempatnya banyak yang bagus buat foto-foto, terus ada juga atraksi-atraksinya. Sayangnya human sama cyclone (rollercoasternya) rusak jadi gak bisa naik, tapi gpp udah pernah. hehe. Di sana juga ada stage-stage tertentu yang ada jadwalnya, seperti Madagascar boogie, Sesame Street, dll. Jadi supaya g kelewatan lebih baik nunggu kalau waktunya udah deket.
Ini pertunjukan sesame street :D jadi di dalamnya ada orang dan mereka nari-nari, lucu bangeeeet :D
Setelah selesai dan atraksi juga mulai tutup, kami pulang sekitar maghrib. Karena g mau naik cable car lagi, kami cari shuttle bus. Caranya turun ke basement dan cari tulisan shuttle bus atau tempat orang yang ngantri. Shuttle bus ini gratisss, dan sampai ke Vivo City. Di Vivo City kami makan, di sana food courtnya enak, dibagi dua yang halal dan yang tidak, jadi kami bisa bebas milih. Setelah itu kami pulang naik MRT

Day 4
pulaaaaang :) dari hotel menuju Changi Airport naik taksi. hehe. Beli oleh-olehnya di bandara karena belum sempat beli, tapi untuk yang mau beli oleh-oleh bisa di Little India atau Chinatown, harganya g terlalu mahal. Oh ya, karena kami nginapnya daerah Mustafa Center, di sana banyak sekali makanan india, jadi g khawatir untuk makanannya. hehe

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...