Skip to main content

One Great Step Indonesia, Infinite concert! Super fun!

Jadi tanggal 31 Agustus kemarin Infinite dateng ke Indonesia, yay. Aku pergi sama tiga orang temenku, yang ternyata inspirit juga!! Dan mulailah perencanaan perjalanan 31 Agustus nanti, beli tiket, transport, sampai beli pelengkap-pelengkap buat konser hehe.


One Great Step Indonesia!

1. Beli tiket
Beli tiket ada yang offline ada yang online. Tiga temenku beli yang offline di ticketheaven di Setiabudi, aku belum beli karena satu dan lain hal, akhirnya mau menyusul. Pas ke ticketheaven, ternyata udah g dijual yang festival luar kanan sama dengan yang dibeli temenku sebelumnya. Akhirnya aku beli online di tiket.com, praktis ternyata, isi-isi lalu transfer bank, tinggal diprint pdfnya buat dituker di venue. Ini bentuk tiketnya


2. Beli perlengkapan konser
Sebenernya gak berniat untuk beli macem-macem, selain keterbatasan duit setelah beli tiket haha, juga karena memang mau simpel aja, yang penting ada lightstick udah cukup. Tapi ternyata official lightsticknya g sampai Indonesia, sedih. Akhirnya cari yang unofficial dan gak ketemu yang warnanya pearl metal gold sesuai warna Infinite, akhirnya gak jadi beli. Temenku belu yang unofficial dan ada juga yang beli jaket One Great Step. Tapi randomnya sehari sebelum konser ingin beli kaos One Great Step dan menemukan yang jualnya di Bandung, akhirnya beli.

ingin beli lightstick yang ini, harganya 4000 won

akhirnya beli kaos di @simplyourstore, ngambilnya COD di BIP, haha


3. Hari H
Hari H yaitu tanggal 31 Agustus adalah yang paling menyenangkan! Berangkat dari Pasteur jam 8 pagi, ternyata Dora temenku mesen bareng rombongan, PP bandung-MEIS 135rb plus snack dan makan malam. Di bus foto-foto dan karena lagu yang diputer Infinite semua, nyanyi-nyanyi juga.

Aku dan Dora


Lini dan Fuchan

Begitu sampai langsung tukar tiket, antriannya masih pendek, makan siang, lalu mulai mengantri. Promotornya oke ternyata, karena dibanding dengan antrian konser Bigbang, ini sangat rapih dan di dalam gedung MEIS, bukan di pantainya. Di dalam tidak panas, jadi kami juga santai menunggu kurang lebih 5 jam (kami masuk jam 1 dan open gate jam 6).

tiket konser dan kipas yang beli, belakangnya ada foto Sunggyu hehe


seru banget banyak fanbase yang bagi-bagi handbanner, project untuk diangkat pas konser nanti.
(kiri-kanan) lini, untuk noege ganda; Dora, untuk with, Fuchan, untuk ulangtahun Sungjong; Aku, untuk Man in Love

Akhirnya Open Gate, tiket discan dan sudah masuk barisan sesuai tiketnya. Lalu masuk ke venue, dan festival luar kanan ternyata kosong ~ hanya ada sekitar 4-5 baris dan aku berada di baris ketiga, jadi deket bgt dengan lidah panggung. beda bgt dengan waktu alive tour, penuh dan desek-desekan sampai sulit mau lihat panggung.


ini view dari festival luar kanan.

Konser dimulai, Infinite bagus sekali nyanyinya dan dancenya, kami semua ikut nyanyi ~ Tapi gak foto-foto karena gak bawa kamera. haha. Udah banyak juga yang foto. Infinite nyanyi sekitar 25 lagu. Juga ada lagu Indonesia yaitu pelangi-pelangi. Encore ada 3 lagu yaitu Hysterie, Dashi Dorawa dan With. Pas udah selesai rasanya masih kebayang-bayang banget dan lama move onnya. haha


Woohyun kefoto dikit haha


after concert

Comments

Unknown said…
This comment has been removed by the author.
Unknown said…
Kak, beli tiket di tiket.com bs di tukar saat hari h nya?
Unknown said…
Kak, beli tiket di tiket.com bs di tukar saat hari h nya?

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...