Skip to main content

sidang TA

Ini foto-foto waktu sidang... 7 Juni 2013


dengan Ika, jadi kami satu dosen pembimbing, sering bareng-barengnya, mulai dari bimbingan, survey juga kalau bisa bantu kita bareng-bareng. Kami berdua juga gak optimis awalnya untuk lulus Juli (secepet itu!!) tapi Alhamdulillah Allah melancarkan jalan kami dan bisa lulus :D Topik TA kami tentang air bersih, saya tentang air bersih komunal dan Ika tentang privatisasi air di periurban.




Dengan dosen pembimbing, Pak Heru, yang selalu meluangkan waktunya untuk bimbingan, sampai pas deadline TA kirim email malem-malem dan dibales juga, makasih banyak pak....




Kita lulus hari ini! (Ika, Uly, Aku) Hari pertama sidang dari semua Planonine (Planologi 2009) deg-degan banget, dan gak ngerti sidang ujian kaya apa, belum pernah liat, nekat aja, dan Alhamdulillah semua yang sidang hari itu, 7 Juni bagus semua nilainya, berkah juga karena sidang hari Jumat juga mungkin ya? Dan ada Aga juga yang sidang hari ituu.




Yang paling seru dan mengharukan adalah banyak banget temen-temen Planonine yang dateng dan ngasih hadiah, seneng banget, dan sampai sekarang masih keinget, makanya kalau ada yang sidang pengen ngasih hadiah juga :D Makasih semuanya yang udah bela-belain dateng dan nonton sidang :)  <3 br="" planonine="">

Comments

Hobbies said…
This comment has been removed by a blog administrator.

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...