Skip to main content

KBS drama special: The reason I'm getting married

This blog will consist of random things haha. So recently I watched this KBS drama special, and it impressed me a lot. I have been watching dramas since I do not follow K-pop like before. Too much girl-groups/ boy-groups I guess.
I have watched several KBS drama special, which are Nara's rain, hope for dating, adolescence medley. However, this drama comes as my favorite among others. Maybe because the topic is really relevant with my situation, which is constantly think about marriage. I really want to write several comments, it is not a review though, I do not comment about its cinematography, story plot, etc

Synopsis (from KBS world)
Seunguk and Jiwon have been dating for 6 years and they are about to get married. However Jiwon is upset at Seunguk's unenthusiastic attitude towards their wedding. One day, Jungi, who used to like Jiwon and Jiwon meet by coincidence. Jiwon gets confused who to choose. And one day, she finds something her late father left behind and finds out about what happened between her father and Seunguk. Seunguk and Jiwon face so many obstacles while preparing for the wedding. Will they be able to get married?

(may contain spoiler)
I do not encourage anyone to date like this couple. Me myself do not dating, and want to get married like what Islam taught. I just really like the man's character in this drama. Before marriage, when they were dating he rarely showing his affection, by saying I love you, or doing skin ship. Instead, the man came to her late father and asked for permission for marrying his daughter. He already ask the woman's late father before he proposed to her. He promised to her late father that he will not leave her. It shows that the man is serious and has commitment.
And the other thing that I like the most is the question "Why you marry me?" that he answered, "I decided to live with one woman for the rest of my life and provide to her. Whatever happens to me, whatever that woman does, This woman is for life." It is really touching, when man loves woman and acts, rather than speaks aloud about love and doing nothing.

Comments

Unknown said…
I've watched it about 2 days ago.
I never expected that one-shot drama would be that good. My favorite scene was when seunguk came to hospital and asked jiwon's father to marry her daughter. And i was like sobbed while watching it.
I love jiwon's character, she's loyal person even his fiance never show how much he loved her. And the ending also my favorite too ^^
Mama Ziyad said…
Yes love this drama so much!
Thank you for sharing dyah :>

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...