Skip to main content

Meraih beasiswa Netherland Fellowship Programme (NFP)

Bisa kuliah di luar negeri mungkin adalah impian banyak orang, termasuk saya. Sejak saya lulus kuliah pada tahun 2013,  saya bermimpi bisa kuliah di Australia, atau Eropa. Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa diraih selama kuliah di luar negeri, itu dari cerita orang-orang dan setelah mencari informasi. Selama ini saya juga selalu tinggal di Bandung, dan belum pernah merasakan hidup mandiri, jauh dari orangtua dan itu juga menjadi salah satu alasan saya ingin kuliah di luar negeri. Di luar negeri selain ilmu yang bisa didapat akan lebih banyak, saya juga bisa melakukan observasi dalam hal tata ruang ketika tinggal dalam waktu cukup lama.
Alhamdulillah sekitar bulan Juni 2014 saya mendapat conditional letter of acceptance dari universitas yang saya inginkan yaitu IHS Erasmus University Rotterdam di jurusan Urban Management and Development.
Perjuangan pertama adalah IELTS, dalam beberapa post di blog saya yang lalu saya masih bercerita bahwa IELTS saya belum sampai untuk requirement universitas. Alhamdulillah akhirnya saya dapat mencapai hasil yang dibutuhkan dan mendapat Unconditional letter of acceptance.
Meraih beasiswa bisa bisa dalam waktu yang cepat dan bisa lama, saya sendiri termasuk ke dalam orang yang mengalami perjalanan yang berliku-liku dalam meraih beasiswa. Setelah apply beasiswa berkali-kali, akhirnya saya mendapat email notifikasi bahwa saya menerima beasiswa NFP (Netherland Fellowship Programme)! Namun masih banyak yang belum mengetahui beasiswa ini, karena banyak yang menanyakan beasiswa ini darimana, kepanjangannya apa ketika saya mengatakan bahwa saya menerima beasiswa ini. Jadi saya akan memaparkan sedikit mengenai beasiswa NFP ini.
Apa itu NFP?
NFP adalah beasiswa yang dibiayai penuh oleh kementrian luar negeri Pemerintah Belanda. Beasiswa ini merupakan beasiswa yang prestigious dan kompetitif karena bersaing dengan 51 negara NFP. Selain beasiswa program magister, terdapat juga beasiswa untuk program short courses dan beasiswa program doktoral.
Apa saja persyaratannya?
Untuk apply beasiswa NFP, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi (bisa dilihat di website Nuffic Neso Indonesia) yaitu:
  • warga negara, bekerja dan tinggal di salah satu negara NFP;
  • memiliki employer's statement  yang sesuai dengan format yang disediakan Nuffic;
  • tidak bekerja di organisasi yang memiliki kemampuan yang cukup untuk pengembangan staf.
  • memiliki paspor yang masih berlaku;
  • tidak menerima beasiswa lain untuk program studi yang berlangsung di waktu yang sama;
  • memiliki government statement yang memenuhi persyaratan dari negara tempat berkedudukan (jika sesuai)
Untuk beasiswa ini, memang diwajibkan untuk bekerja pada saat apply, namun berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, tidak diperhitungkan berapa tahun bekerjanya dan yang penting direkomendasikan oleh atasan. Oleh karena itu, walaupun bekerja kurang dari setahun sudah bisa apply beasiswa NFP ini.
Bagaimana apply beasiswa NFP?
Pendaftaran dilakukan melalui universitas, dan setiap universitas berbeda-beda pembukaan pendaftaran dan deadlinenya. Untuk IHS sendiri beasiswa NFP dibuka mulai tanggal 3 Februari 2015, dan ditutup pada tanggal 3 Maret 2015. Untuk apply beasiswa NFP harus sudah memiliki LOA, sehingga kesempatannya juga semakin terbuka bagi yang sudah diterima di universitas di Belanda. Pendaftaran dilakukan secara online (link diberikan melalui email dari universitas), semua dokumen discan dan diupload, dan terdapat kolom untuk pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Oh ya, seleksi hanya dilakukan melalui dokumen dan tidak melalui proses wawancara. Selanjutnya apabila sudah apply online, kita hanya tinggal menunggu hasil. Untuk beberapa universitas ada pre-nomination, jadi beberapa orang akan dipilih dan dinominasikan oleh universitas ke Pemerintah Belanda. Untuk IHS sendiri tidak ada pre-nomination sehingga saya tidak diemail, jadi berasanya tidak ada info sama sekali dan sempat agak pesimis huehe.








Dokumen yang diperlukan
- Copy of Passport
- Employer Statement
- Government Statement
- Admission Letter



Pengumuman Penerimaan Beasiswa
Jadi saya kerja di kampus, dan tiga teman saya memiliki LOA Universitas Belanda dan kami memutuskan untuk apply beasiswa bersama. Pertama sekitar awal Mei teman saya mendapat beasiswa Stuned. Dan sekitar akhir Mei dan awal Juni, kedua teman saya telah mendapat pengumuman bahwa mereka mendapat beasiswa NFP. Saya awalnya mengira saya tidak dapat beasiswa, karena kedua teman saya mendapat email pre-nomination dari universitas masing-masing sedangkan saya tidak. Hingga tanggal 3 Juni siangnya saya di kampus, saya belum mendapat informasi apa-apa mengenai beasiswa NFP yang saya apply. Dan sekitar jam 7 malam saya sedang sendiri di rumah, saya mendapatkan notifikasi email dari IHS dengan subject: Participation UMD 12. Saya sudah mendapatkan LOA bahwa saya dapat mengikuti Master of Urban Management and Development di IHS, namun mengapa saya mendapat email ini lagi? Ternyata setelah dibuka email ini merupakan pengumuman bahwa saya menerima beasiswa NFP, namun informasi mengenai NFP ini sendiri sangat sedikit pada email tersebut, lebih banyak mengenai visa, accomodation, dll. Ternyata ketika saya menanyakan ke teman saya, teman saya juga mendapat email seperti itu. Alhamdulillah... Beberapa lama kemudian, saya mendapatkan email kontrak NFP dan hal-hal untuk persiapan keberangkatan.
pengumuman penerimaan beasiswa melalui email

Tips meraih beasiswa NFP:
- Perhatikan apakah telah sesuai dengan persyaratan
- Cek jadwal deadline NFP, karena untuk setiap universitas berbeda-beda
- NFP mengharuskan applicant telah memiliki LOA, oleh karena itu pastikan telah apply universitas sebelum pendaftaran beasiswa.
- Persiapkan dokumen dengan sebaik-baiknya karena tidak ada proses wawancara
- NFP bertujuan untuk meningkatkan kapasitas institusi di negara berkembang, oleh karena itu tunjukhan keinginan untuk kembali dan mengembangkan insititusi tersebut
- Karena tiap pertanyaan dibatasi hanya 1000 karakter, jawab pertanyaan dengan singkat, padat dan mendalam
- Terdapat bidang prioritas dari penyedia beasiswa, maka akan lebih baik jika essay sesuai dengan bidang prioritas tersebut.
 

Mungkin cukup sekian post saya kali ini, intinya untuk mencapai impian jangan pernah menyerah dan terus berusaha, sisanya adalah tawakal dan terus berdoa, serta percaya pada rencana Allah. Oh ya sebenarnya isi post ini juga sudah disampaikan beberapa waktu lalu, ketika saya diberi kesempatan mengisi sharing session yang diadakan HMP Pangriptaloka ITB hehe.
menyampaikan materi mengenai beasiswa NFP

Comments

gina pangeran said…
memiliki employer's statement yang sesuai dengan format yang disediakan Nuffic;

Hai mba, mau nanya tentang persyaratan yang ini, apakah persyaratan yang ini adalah untuk pekerja? Sy sudah mendapatkan LOA, tapi sy belum bekerja mba, masih semester akhir. Dan insya allah lulus bulan februari.
Apakah NGO sy bisa mewakili dokemen ini? Atau memang sy harus menjadi pekerja dlu? Terima kasih mba:) mohon balasan nya..
Mama Ziyad said…
Kalau NFP harus bekerja dulu.. karena memang tujuannya adalah meningkatkan kapasitas organisasi/perusahaan di negara berkembang. Mungkin bisa coba stuned karena sekarang stuned juga bisa fresh graduate
Unknown said…
Hello Mbak, saya Yulia. saya juga tertarik dengan beasiswa ini. Mba, apakah saya boleh meminta email Mba? saya ingin bertanya lebih lanjut mengenai beasiswa ini. Terima kasih :)
Mama Ziyad said…
@yulia: boleh, email saya nusaiba.adzilla@gmail.com :)
Unknown said…
Dear Mba Nusaiba Adzilla,
kenalin, saya Hariady, PNS di Dinas Sumber Daya Air Propinsi Sulawesi Tengah.

Salut saya buat Mba Nusaiba Adzilla, yg sudah dengan rendah hati mau share tentang NFP di blog ini. jujur mba, jarang sekali ada orang seperti anda yang rela dan ikhlas share pengalamannya. Terima kasih banyak mba sudah mau share, ini benar2 sangat membantu.

Saya sudah mencoba mencari informasi buat MSc programme untuk Water Resources Management sejak tahun lalu, dan makin serius lagi waktu tahun lalu ada EHEF di Jakarta, kebetulan pas ada perjalanan dinas, jadi sekalian ke EHEF dan bener2 membantu.

anyway, puji syukur, akhirnya bulan kemaren sy dapat Admision Letter dari 2 universitas. Untuk Universitas Twente, sekaligus apply untuk NFP dan langsung direcommend dari kampus ke NFP-nya, tetapi belum ada final decision sampai sekarang apakah saya akan dapat NFP atau ngga.

nah, yang jadi kegalauan saya sekarang,...
berdasarkan pengalaman Mba Nusaiba Adzilla,
1. bisa ngga kita tahu berapa jumlah pendaftar NFP dari Indonesia untuk tahun 2016 ini?
2. seberapa besar kans pelamar seperti saya yang langsung diusulkan dari Universitas pemberi Admission, untuk nantinya benar2 mendapatkan NFP? karena sy sudah menanyakan hal tersebut ke bagian Student Admission di University of Twente, tetapi mereka menyuruh menunggu hingga awal bulan juni.

sekali lagi, terima kasih mba.
fyi, alamat email saya harrymantong51@gmail.com.
Mama Ziyad said…
@harry: halo mas harry, terimakasih sudah mengunjungi blog saya. selamat sudah mendapatkan LOA, untuk pertanyaan berikut, saya akan coba jawab:
1. kita tidak tahu berapa orang yang diterima NFP setiap tahunnya, bahkan sampai saya mendapat beasiswa saya tidak tahu berapa orang yang diterima untuk seluruh Indonesia karena tidak ada acara orientasi sebelum keberangkatan
2. saya juga tidak tahu kansnya sebesar apa, kalau sudah memenuhi persyaratan semuanya, dan sudah berusaha semaksimal mungkin hanya bisa menunggu hasil. hehe. yang saya tahu NFP memiliki beberapa prioritas, kansnya akan lebih besar jika memenuhi prioritas tersebut. jadi yang bisa dilakukan oleh mas harry memang menunggu hingga dikontak oleh University of Twente.
Sekian dan semoga bisa menjawab pertanyaannya
blah said…
Dear Mba Nusaiba Adzilla,

Terima kasih atas sharingnya Mbak..perkenalkan saya made dari Jakarta. Mbak kalo berkenan ada beberapa pertanyaan dari saya yang mungkin bisa mbak bantu jawab terkait beasiswa2 ke belanda.

1. Mbak saya lihat di web nuffic nesso bahwa beasiswa NFP, 50% diperuntukkan untuk pelamar wanita dan 50% untuk pelamar dari daerah sub sahara. Apakah ini artinya saya (pria dan berasal dari INdonesia) tidak diprioritaskan untuk melamar beasiswa ini?
2. APakah saya bisa mendaftar ke berbagai beasiswa ke belanda (Studned, NFP atau OTS) secara bersamaan?atau harus memilih salah satu

Tahun lalu saya sudah mendapatkan LOA dari Erasmus University Rotterdam namun gagal mendapatkan beasiswa LPDP dan telat untuk submit beasiswa lainnya. Tahun ini saya berencana untuk mencoba lagi.Semoga informasi dari Mbak Nusaiba dapat menjadi pencerahan saya untuk mencari beasiswa..hehe

Terima kasih Mbak Nusaiba

Regards,
Made A

Mama Ziyad said…
@Made A: maaf saya baru membaca komen dari Anda
1. menurut saya masih memungkinkan, tapi sepertinya lebih kecil kemngkinannya dibanding wanita. tapi saya kurang tahu persentasenya
2. Bisa, dulu saya apply stuned dan NFP, jika diterima beberapa harus memilih salah satu
Semoga lancar semuanya ya
Suci's wor(l)d said…
Assalamualaikum mbak..
Saya Suci, mahasisa semester akhir program studi hubungan internasional di univ swasta jakarta.
Saya mau tanya mbak, kan kalo untuk apply beasiswa NFP harus kerja dulu. Yang mau saya tanyakan:
1.tipe pekerjaannga seperti apa ya mbak ? Harus full time kah atau boleh part time, internship, atau volunteer ?
2. Lalu minimalnya beneran 3 tahun mbak ?
Dan kalo boleh, saya juga mau tau
3. perusahaan apa saja yg bisa merekomendasikan kita dalam beasiswa NFP?
Terimakasih banyak mbak :)
Salam kenal..


Best regards,

Suci Puji Lestari

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...