Skip to main content

Hal-hal yang akan dikangenin dari lab

Halo.. dalam beberapa waktu ini mungkin akan banyak post blog lagi. Sambil nunggu kuliah, masih lama waktu di rumah dan suka bingung mau ngapain (padahal banyak yang harus dikerjain). Secara official saya belum bisa dibilang resign, tapi kerjaan di lab udah beres hehe. Jadi banyak nganggurnya. Sambil nganggur sambil ngegalau aja nostalgia masa lalu :p
Setahun lebih ini saya bekerja di lab sebagai asisten riset juga proyek, dan merupakan masa yang menyenangkan, lebih banyak senengnya daripada susahnya hehe. Semua karena suasana dan rekan kerja yang kondusif, dan dosen-dosen yang baik. Susahnya cuma pas ngurusin administrasi riset ala Indonesia yang super ribet dengan peryaratannya yang banyak. Sisanya semua dijalanin dengan senang dan Alhamdulillah lancar. Saya juga gak nyangka bisa betah di lab wilayah ini, karena dari awal saya tertarik dalam bidang kota atau infrastruktur. Justru wilayah ini yang saya hindari, alasannya, dulu mata kuliahnya suka g ngerti hehe dan juga awalnya kurang berminat. Tapi justru sekarang sering mengerjakan pekerjaan tentang wilayah dan ternyata juga seru.
Di antara kerjaan, selalu ada hal lain yang bisa kita kerjain. Makanya suka betah di lab dari pagi sampai sore. Terus pulangnya suka pergi lagi kemana. Tapi kalau udah mager, semuanya janjian ke kampusnya siang :p Apa aja hal-hal yang dikangenin dari kerja di lab kemarin?
1. Karaoke chingu
Karaoke chingu ini personil tetapnya saya, Tessa dan Dikaf. Kenapa karaoke chingu? chingu artinya teman dalam bahasa korea, jadi artinya teman karaoke #maksa. Kami awalnya mulai sekitar bulan Februarian, eh ternyata terus sampai akhirnya karaoke chingu terakhir bulan Juli kemarin sebelum pada kuliah. Intinya di karaoke chingu ini yang diputer lagu korea aja. Sampai ada lagu wajib yang selalu dinyanyiin misalnya lagu Infinite yang Back sama Beast yang 12:30. Pernah sama nia juga di awal tapi dibagi lagunya hehe lagu korea dan lagu ngehits. Pemanasannya, kalau kerjaan udah pada selesai dan sore-sore di lab udah kosong, kita suka muter video-video terbaru di komputer haha. We'll miss karaoke chingu.
2. Ngobrol
Karena punya temen kerja adik kelas yang pinter-pinter, sampai suka ngerasa da-aku-mah-apa-atuh-cuma-butiran-debu kalau udah ngobrol. Yang diomongin seringnya isu-isu hangat saat ini. Misalnya tentang sistem pendidikan dan riset di Indonesia, pembangunan infrastruktur di Bandung, atau perekonomian Indonesia. Ngobrolinnya sambil baca koran atau buka artikel di internet, sampai nulis status fb dan saling komen. Tapi dengan ngobrol ini saya juga merasa jadi menambah pengetahuan hehe. Dan semangat untuk membangun negeri dan melakukan perubahan. Terus juga kadang ngobrolin orang, jangan salah, yang diobrolin levelnya artis korea. Misalnya personil EXO keluar (yang mana sering banget personil exo keluar), si a putus sama si b. Kadang juga sampai punya analisis sendiri yang lebih jago daripada analisis buat kerjaan. Oh ya dan yang uptodate juga obrolan tentang drama korea yang lagi tayang. Setiap pagi saya dan Tessa punya analisis tentang drama korea yang konfliknya super ngejelimet.
3. Belanja bareng
Ini juga rutinitas bulanan kami asisten lab. Jadi untuk lab setiap bulannya ada dana untuk konsumsi. Inilah yang kami belanjakan buat di lab. Setiap bulannya kami pergi ke supermarket dan beli keperluan di lab selama sebulan. Kadang yang dibeli aneh-aneh. Misalnya pertama kali belanja kami beli pop mie satu kardus. Sebulanan itu rasanya makan pop mie terus, sampai dosen-dosen pada bilang 'itu gak sehat'. Bulan kedua masih beli pop mie lumayan banyak (walau g sekardus) yang akhirnya gak kemakan dan dimakan tikus T_T Nia yang selalu beli makanan sehat-sehat sampai diprotes yang lain. Bohok yang selalu beli kopi merek tertentu. Saya dan uly yang ngeliatin dan ngebatesin kalau makanan yang diambil udah kebanyakan (soalnya ngurusin uang). Dan banyak lagi. Dan entah kenapa walaupun makanan yang dibeli selalu super banyak, tetap selalu habis.
4. Ngegalau dan mimpi bareng
Sebelumnya saya pernah ngepost tentang beasiswa NFP, saya mendapat beasiswa ini merupakan berkah dari Allah, doa orang tua dan juga sebagian besar berkat saya kerja di lab ini. Saya sampai bolak-balik minta rekomendasi ke dosen saya untuk apply univ dan beasiswa, dan dosen saya selalu baik memberikannya. Sampai sering izin buat les, mau tes, wawancara juga boleh. Setelah dapat universitas dan mencapai IELTS, saya sering diskusi dan curhat ketiga teman saya. Kebetulan mereka semua punya LOA di universitas di Belanda. Kami punya mimpi ketemu di pengkolan Amsterdam. Pengkolan itu artinya belokan atau ujung jalan. Sampai sering sekali kita ngomongin pengkolan amsterdam. Lalu kami mengumpulkan tekad dan bersama-sama apply NFP dan Stuned, meskipun aplikasinya lumayan ribet. Setelah apply, masih galau juga kapan akan kuliah. Rasanya masih mimpi, karena saya sendiri sudah sering mengirimkan aplikasi beasiswa namun gagal. Apalagi ketika tahu Stuned saingannya se-Indonesia dan hanya sedikit yang diterima. Ditambah NFP yang saingannya seluruh dunia. Dan Alhamdulillah mimpi tersebut insya Allah akan terwujud karena kami berempat mendapatkan beasiswa. Dikaf dan Nia di Wageningen, Tessa di ISS dan saya Insya Allah akan kuliah di IHS.

Terimakasih atas momen yang menyenangkan selama setahun ini ~



Comments

Unknown said…
This comment has been removed by a blog administrator.
988Bet Trade In said…
This comment has been removed by a blog administrator.
988Bet Trade In said…
This comment has been removed by a blog administrator.

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...