Skip to main content

Cuaca di Belanda

Setelah kurang lebih setengah tahun tinggal di sini, saya mulai terbiasa dengan cuaca di Belanda, terutama di Rotterdam. Saya baru datang pada bulan Oktober, ketika fall jadi saya belum merasakan musim panas di sini. Jadi bagaimana cuaca di sini? Jawabannya adalah dingin ditambah hujan dan angin. Hujan bisa datang tiba-tiba, mulai dari gerimis sampai hujan yang tiba-tiba besar. Hujannya juga ditambah angin. Mungkin karena Rotterdam kota pelabuhan, anginnya lebih besar dari kota-kota lain. Payung saya sudah dua kali rusak di sini karena angin. Kata guru bahasa Belanda saya, orang-orang sudah jarang yang pakai payung, mereka lebih memilih pakai hoodie karena payung sudah tidak mempan. Katanya orang Belanda paling suka membicarakan cuaca, karena cuacanya seringkali berubah. Misalnya jika bertemu stranger, yang pertama dibilang adalah 'Lekker wertje he?' yang artinya 'Cuacanya bagus ya?' atau 'Het is vandaag slecht weer' yang artinya 'cuaca hari ini sangat buruk!' karena semua orang bisa relate dengan obrolan tersebut. Sekarang karena sudah mulai spring, terkadang sepanjang hari bisa cerah dengan matahari yang bersinar terang. Tapi jangan salah, meskipun cerah, kadang suhunya masih dingin dan juga masih berangin. Ketika cuacanya bagus (matahari bersinar dan tidak berangin), semua orang akan ingin keluar menikmati suasana tersebut, mulai dari bersepeda, piknik atau berbelanja.  Kemarin saya masih jarang bersepeda karena sepeda saya bermasalah terus, haha dan juga tinggal di dorm, mulai sekarang saya akan mencoba bersepeda kemana-mana dan akan lebih merasakan cuaca saya di sini. Beberapa bulan lalu sebelum pindah, saya pernah naik sepeda dari kampus pulang ke rumah, yang awalnya hujan sangat sedikit, di tengah jalan hujan tiba-tiba sangat besar. Anginnya juga sangat kencang dan saya hampir terbawa angin. Alhasil saya basah kuyup ketika sampai rumah. Oh ya, karena saya badannya kecil, saya juga cukup sering mendengar bercandaan 'Awas kebawa angin' yang saya tanggapi dengan tertawa karena memang benar! Saya bisa hampir terseret di sini. Bagaimanapun cuaca di sini, marilah kita nikmati. Meski awalnya saya kaget dan seringkali salah kostum (sekarang juga masih suka salah kostum) sehingga kadang kedinginan, tapi lama kelamaan saya terbiasa dengan cuaca di sini.
mendung 

cerah - di madurodam

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...