Sebulan terakhir saya di Belanda merupakan sebulan yang sangat sibuk bagi saya. Saya (harusnya) menyelesaikan tesis, keluarga saya datang ke Belanda dan juga masih ada rencana jalan-jalan yang belum tercapai, belum lagi packing dan urusan-urusan kepulangan yang cukup banyak.
hampir tidak bisa pulang #1
Saya bersama mamah saya berencana ke Salzburg, karena saya lihat post kakak saya dan juga ada yang bilang kotanya cantik. Selain itu saya ke Innsbruck dan juga ke Praha dan pulang ke Belanda dari Praha.
Kejadian hampir tidak bisa pulang nomer 1 ini terjadi di bandara Praha. Kami sudah cukup menyiapkan waktu dari stasiun yang terletak di pusat kota. Saya menemukan ada bus dari stasiun yang langsung menuju ke bandara hanya dalam waktu setengah jam dan harganya pun murah. Akhirnya kami berangkat dari bnb pukul setengah 11, dan berangkat dari stasiun pukul 11. Pesawat kami terbang pukul 2.15, jadi masih ada waktu sekitar dua jam. Kami sampai tepat waktu setengah 12 dan langsung check in, kami bahkan orang yang pertama check in. Setelahnya kami makan dulu. Setelah mulai mendekati waktu boarding, saya ingin cepat-cepat masuk ke gate tapi mamah saya bilang nanti saja, masih ada yang dicari dulu. Sebagai anak yang berbakti saya mengikuti mamah saya hehe. Dan ketika masuk security check, ternyata antrian panjang sekali! Padahal waktu ke boarding kami hanya sekitar setengah jam. Awalnya saya mengikuti saja antrian, tapi ketika belum kelihatan ujungnya, saya jadi gelisah. Tiba-tiba dipanggil-lah pesawat kita, to eindhoven katanya, padahal antrian masih cukup panjang. Saya bilang ke mamah kalau belum final call masih gpp mah. Dan beberapa menit setelahnya tiba-tiba diumumkan "final call flight xx to eindhoven". Saya langsung panik, karena saya orangnya pasrah jadi saya sampai bilang ke mamah, apa kita harus beli tiket baru dari praha ke eindhoven.. Tapi mamah saya merasa bertanggungjawab dan sigap, meminta izin ke orang yang ada di samping pagar pembatas untuk diserobot lebih dari setengah antrian langsung ke tempat security check. Dan ternyata kami dibolehkan untuk langsung memotong antrian. Tiba-tiba setelah itu nama saya dipanggil "Miss Adzilla please proceed to gate D1" yang artinya merupakan orang-orang terakhir yang harus masuk pesawat, juga sudah lewat waktu boarding. Saya langsung keringat dingin karena baru pertama kali hampir ditinggal pesawat. Dan ternyata ada dua orang sebelah kami juga yang baru akan melewati security check dan mereka bilang ke kami "it is also our flight, we must hurry". Tapi mereka akhirnya duluan.
Akhirnya kami bisa masuk security check setelah memotong dua orang lagi. Tapi kurang beruntungnya saya dicek habis-habisan di sana. Tas saya tidak bermasalah, tapi entah kenapa saya harus lepas sepatu dan sepatu tersebut harus masuk dan dicek. Kaos kaki saya sampai dicek dengan semacam lakban. Saat itu mamah saya yang sudah dicek mengambil banyak barang saya. Setelah berhasil dicek saya langsung bertanya ke mamah saya paspor dan residence perrmit sudah diambil belum karena di luar tas, sebelumnya saya pegang tapi saat itu tidak boleh dibawa saat melewati security check. Saya sampai tidak peduli yang lain karena tanpa paspor dan residence permit saya tidak bisa pulang haha. Setelah yakin sudah terbawa saya langsung lari ke gate dan ketika sudah sampai gate D1 sudah sangat kosong dan saya bertanya ke petugasnya "are we still in time?" dan dia menjawab "yes you can go in". Barulah saat itu saya bisa bernafas lega.
Sampai eindhoven belanda saat itu merupakan mimpi, karena sebelumnya saya sudah membayangkan harus beli tiket baru lagi dan belum tentu ada di hari itu, lalu harus menginap lagi. Ketika sampai eindhoven saya bertemu kembali dengan dua orang yang hampir tertinggal. Mereka cerita setelah lolos security check, mereka bilang ke petugas gate "There are two more people left in security check, they will arrive soon" yang mana itu adalah saya dan mamah saya.
Alhamdulillah ini memberi banyak pelajaran bagi kami, kalau masih banyak orang baik di dunia ini dan juga kami harus lebih siapkan waktu jika di bandara. Lebih baik menunggu daripada ketinggalan pesawat hehe.
hampir tidak bisa pulang #2
Jadi pada tanggal 25 September, dua hari setelah wisuda saya dibelikan tiket pulang oleh kampus saya. Itu memang sudah aturannya bagi penerima beasiswa dari pemerintah Belanda. Saat itu saya merasa dua hari terhectic dalam hidup saya, karena wisuda dilakukan dari siang sampai hampir larut malam pada hari jumat, malamnya cicil packing. Sabtu pagi jam 8 sudah pergi ke Delft dan Den Haag bersama keluarga saya dan pulang sampai malam dan malamnya cicil packing lagi. Jadilah hari minggu saya dibantu mamah saya kerja rodi packing barang-barang setahun sampai cukup banyak yang ditinggal. Saya sudah print tiket pesawat, paspor dan residence permit juga sudah ada di tas kecil.
Akhirnya semua sudah dipacking dan kami berangkat dari dorm. Di Rotterdam Centraal saya dan mamah saya duduk dulu karena saya perlu menelfon teman saya. Setelah sudah harus berangkat, saya beranjak untuk masuk ke gate dan naik kereta. Saya bawa ransel yang isinya laptop dll, dan koper. Ketika sudah akan masuk gate, tiba-tiba terdengar panggilan "Dames!!" cukup keras dari petugas kereta. Dames artinya panggilan untuk wanita. Saya pikir saya melanggar apa.. Ternyata tas kecil saya yang isinya tiket pesawat, paspor dan dompet tertinggal di kursi! Ketika saya menoleh, seorang wanita yang memakai kerudung berlari menghampiri dan memberi tas saya tersebut. Saya langsung mengucapkan terimakasih banyak dan segera mengecek isi tas tersebut dan ada semua. Alhamdulillaah. Padahal beberapa hari sebelumnya saya sangat hati-hati untuk menjaga paspor dan residence permit karena sangat repot urusannya kalau hilang, bisa tidak bisa pulang. Nah ini di hari terakhir pulang dari Belanda malah ketinggalan.. Terharu karena lagi-lagi bertemu orang baik di waktu yang tepat. Kalau di Indonesia rasanya sulit bisa kembali kalau tas ketinggalan di stasiun. Dan Alhamdulillah lancar perjalanan dari Belanda dan sampai Bandung dengan selamat.
Di balik foto-foto traveling yang cantik, banyak kejadian yang bikin sport jantung, namun diberi kesempatan bertemu orang-orang baik. Juga kita harus membantu orang lain jika ada yang membutuhkan pertolongan, karena kita tidak tahu kapan kita butuh bantuan
hampir tidak bisa pulang #1
Saya bersama mamah saya berencana ke Salzburg, karena saya lihat post kakak saya dan juga ada yang bilang kotanya cantik. Selain itu saya ke Innsbruck dan juga ke Praha dan pulang ke Belanda dari Praha.
Kejadian hampir tidak bisa pulang nomer 1 ini terjadi di bandara Praha. Kami sudah cukup menyiapkan waktu dari stasiun yang terletak di pusat kota. Saya menemukan ada bus dari stasiun yang langsung menuju ke bandara hanya dalam waktu setengah jam dan harganya pun murah. Akhirnya kami berangkat dari bnb pukul setengah 11, dan berangkat dari stasiun pukul 11. Pesawat kami terbang pukul 2.15, jadi masih ada waktu sekitar dua jam. Kami sampai tepat waktu setengah 12 dan langsung check in, kami bahkan orang yang pertama check in. Setelahnya kami makan dulu. Setelah mulai mendekati waktu boarding, saya ingin cepat-cepat masuk ke gate tapi mamah saya bilang nanti saja, masih ada yang dicari dulu. Sebagai anak yang berbakti saya mengikuti mamah saya hehe. Dan ketika masuk security check, ternyata antrian panjang sekali! Padahal waktu ke boarding kami hanya sekitar setengah jam. Awalnya saya mengikuti saja antrian, tapi ketika belum kelihatan ujungnya, saya jadi gelisah. Tiba-tiba dipanggil-lah pesawat kita, to eindhoven katanya, padahal antrian masih cukup panjang. Saya bilang ke mamah kalau belum final call masih gpp mah. Dan beberapa menit setelahnya tiba-tiba diumumkan "final call flight xx to eindhoven". Saya langsung panik, karena saya orangnya pasrah jadi saya sampai bilang ke mamah, apa kita harus beli tiket baru dari praha ke eindhoven.. Tapi mamah saya merasa bertanggungjawab dan sigap, meminta izin ke orang yang ada di samping pagar pembatas untuk diserobot lebih dari setengah antrian langsung ke tempat security check. Dan ternyata kami dibolehkan untuk langsung memotong antrian. Tiba-tiba setelah itu nama saya dipanggil "Miss Adzilla please proceed to gate D1" yang artinya merupakan orang-orang terakhir yang harus masuk pesawat, juga sudah lewat waktu boarding. Saya langsung keringat dingin karena baru pertama kali hampir ditinggal pesawat. Dan ternyata ada dua orang sebelah kami juga yang baru akan melewati security check dan mereka bilang ke kami "it is also our flight, we must hurry". Tapi mereka akhirnya duluan.
Akhirnya kami bisa masuk security check setelah memotong dua orang lagi. Tapi kurang beruntungnya saya dicek habis-habisan di sana. Tas saya tidak bermasalah, tapi entah kenapa saya harus lepas sepatu dan sepatu tersebut harus masuk dan dicek. Kaos kaki saya sampai dicek dengan semacam lakban. Saat itu mamah saya yang sudah dicek mengambil banyak barang saya. Setelah berhasil dicek saya langsung bertanya ke mamah saya paspor dan residence perrmit sudah diambil belum karena di luar tas, sebelumnya saya pegang tapi saat itu tidak boleh dibawa saat melewati security check. Saya sampai tidak peduli yang lain karena tanpa paspor dan residence permit saya tidak bisa pulang haha. Setelah yakin sudah terbawa saya langsung lari ke gate dan ketika sudah sampai gate D1 sudah sangat kosong dan saya bertanya ke petugasnya "are we still in time?" dan dia menjawab "yes you can go in". Barulah saat itu saya bisa bernafas lega.
Sampai eindhoven belanda saat itu merupakan mimpi, karena sebelumnya saya sudah membayangkan harus beli tiket baru lagi dan belum tentu ada di hari itu, lalu harus menginap lagi. Ketika sampai eindhoven saya bertemu kembali dengan dua orang yang hampir tertinggal. Mereka cerita setelah lolos security check, mereka bilang ke petugas gate "There are two more people left in security check, they will arrive soon" yang mana itu adalah saya dan mamah saya.
Alhamdulillah ini memberi banyak pelajaran bagi kami, kalau masih banyak orang baik di dunia ini dan juga kami harus lebih siapkan waktu jika di bandara. Lebih baik menunggu daripada ketinggalan pesawat hehe.
hampir tidak bisa pulang #2
Jadi pada tanggal 25 September, dua hari setelah wisuda saya dibelikan tiket pulang oleh kampus saya. Itu memang sudah aturannya bagi penerima beasiswa dari pemerintah Belanda. Saat itu saya merasa dua hari terhectic dalam hidup saya, karena wisuda dilakukan dari siang sampai hampir larut malam pada hari jumat, malamnya cicil packing. Sabtu pagi jam 8 sudah pergi ke Delft dan Den Haag bersama keluarga saya dan pulang sampai malam dan malamnya cicil packing lagi. Jadilah hari minggu saya dibantu mamah saya kerja rodi packing barang-barang setahun sampai cukup banyak yang ditinggal. Saya sudah print tiket pesawat, paspor dan residence permit juga sudah ada di tas kecil.
Akhirnya semua sudah dipacking dan kami berangkat dari dorm. Di Rotterdam Centraal saya dan mamah saya duduk dulu karena saya perlu menelfon teman saya. Setelah sudah harus berangkat, saya beranjak untuk masuk ke gate dan naik kereta. Saya bawa ransel yang isinya laptop dll, dan koper. Ketika sudah akan masuk gate, tiba-tiba terdengar panggilan "Dames!!" cukup keras dari petugas kereta. Dames artinya panggilan untuk wanita. Saya pikir saya melanggar apa.. Ternyata tas kecil saya yang isinya tiket pesawat, paspor dan dompet tertinggal di kursi! Ketika saya menoleh, seorang wanita yang memakai kerudung berlari menghampiri dan memberi tas saya tersebut. Saya langsung mengucapkan terimakasih banyak dan segera mengecek isi tas tersebut dan ada semua. Alhamdulillaah. Padahal beberapa hari sebelumnya saya sangat hati-hati untuk menjaga paspor dan residence permit karena sangat repot urusannya kalau hilang, bisa tidak bisa pulang. Nah ini di hari terakhir pulang dari Belanda malah ketinggalan.. Terharu karena lagi-lagi bertemu orang baik di waktu yang tepat. Kalau di Indonesia rasanya sulit bisa kembali kalau tas ketinggalan di stasiun. Dan Alhamdulillah lancar perjalanan dari Belanda dan sampai Bandung dengan selamat.
Di balik foto-foto traveling yang cantik, banyak kejadian yang bikin sport jantung, namun diberi kesempatan bertemu orang-orang baik. Juga kita harus membantu orang lain jika ada yang membutuhkan pertolongan, karena kita tidak tahu kapan kita butuh bantuan

Comments