Skip to main content

Happiest day of my life

Bahagia.. sepertinya sesuatu yang biasa saja. Saya dulu nonton korea atau makan enak juga senang. Tapi sekarang kadang saya bertanya ke diri kamu bahagia tidak? Kalau tidak mengapa? Sebenarnya sedih itu biasa saja. Tapi yang saya alami sedihnya panjang dan murung terus. Aneh. Jadi ketika hari ini lagi merenung, saya ingat hari yang paling bahagia dalam hidupku hingga saat ini.

The happiest day of my life is.. ITB graduation 🥰 Tanggal 13 Juli 2013. Tanpa bermaksud menyombongkan almamater, tapi hal ini yang benar-benar saya rasa. Hari bahagia benar-benar terkenang di ingatanku. Kalau disuruh ulang cerita mungkin masih ingat cukup banyak. Jadi ST yang pertama-tama lulus dengan teman angkatanku. Makeup dan kebaya yang sesuai pada jamannya. Lalu dipanggil di depan Sabuga sebagai wisudawati Perencanaan Wilayah Kota. Main angklung saat saya wisuda dan lupa beberapa not angklung karena deg-degan dilihat orangtua. Sejak saya tahu akan wisuda Juli, saya memang berencana akan main angklung saat wisuda dan membuat orang tua bangga.

Hari bahagia.. bahagia sekali, meski sedang puasa lalu hujan-hujanan saat arak-arakan. Yel-yel HMP di sunken court. Menyenangkan sekali tapi tidak bisa diulang. Saya juga ingin bahagia tiap hari, tapi kenyataannya tidak. Jadi kalau sedang sangat buruk suasana hatinya, Saya suka ingat hari wisudaku dahulu, seperti lihat foto FB atau melihat pernak pernik wisuda yang masih ada, karena sudah 9 tahun lalu. 

Semoga akan ada hari-hari lain yang menyenangkan . Semoga banyak momen bahagia yang dapat saya rasakan lagi kelak. Aamiin.




Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...