"Kamu tidak bodoh dzila, hanya punya kesalahan dalam hidup"
Sesi terapi dengan psikolog/psikiater selalu berulang dengan kalimat tersebut. Lumayan menenangkan karena itu masalah saya. Berulang kali saya berpikir saya bodoh di mananya, mengapa sering terjadi kesalahan berulang-ulang. Sebenarnya saya tidak mampu belajar karena sedang sakit. Kepintaran dan kebodohan menurut saya tetap hal yang relatif. Mungkin secara kasat mata bisa dilihat dari ranking, nilai atau IPK. Tapi tetap saja penilaian pintar dan bodoh itu sedikit membingungkan. Hanya saja saya berulang kali mendengar kata yang tidak enak untuk saya. Jujur saya down. Kepercayaan diri saya juga runtuh. Kata orang apalagi orang terdekat jelas terlanjur masuk.
Katanya, hinaan atau kata orang masuk ke dalam hippocampus. Hippocampus adalah bagian dari sistem otak yang terletak dekat pusat otak. Jadi kadang-kadang kalau saya lagi diam, otak saya berputar sendiri seperti kaset mengulang kata-kata yang masuk.
Oh iya, masalah kepintaran dan kebodohan. Saya merasa saya harus belajar banyak lagi. Karena lama tidak berkecimpung di dunia kerja membuat saya juga banyak lupa dan tidak biasa. Otak ini jelas perlu diasah lagi agar bisa berbaur dan tidak mengalami penurunan. Dengan bekerja, saya merasa lebih pintar dan dapat berguna bagi orang lain.
Comments