Skip to main content

Liburan kali ini

Akhirnya hari ini liburan akhir tahun ajaran sudah selesai. Liburan ini lebih lama dari biasanya, yang paling lama sebelum ini adalah libur lebaran sekitar dua minggu. Libur kenaikan kelas ini lamanya sekitar sebulan. Sungguh liburan yang panjang dan melelahkan. Mungkin karena aku baru punya anak satu, dan baru mengalami liburan seperti ini.

Sejak awal liburan, aku tidak merencanakan macam-macam untuk anakku. Hanya beberapa hal untuk dipelajari. Aku juga mengambil proyek dalam bidangku, jadi cukup sibuk. Ini juga merupakan proyek pertamaku setelah lama mengasuh anak, makanya aku perlu adaptasi lagi dalam bekerja. Dahulu aku suka mengerjakan proyek, kadang dua proyek sekali waktu. Mungkin karena aku masih muda ya jadi masih kuat dan banyak waktu.

Kembali lagi ke liburan, aku berusaha untuk melakukan double job sebagai ibu dan bekerja dalam satu waktu. Bedanya dengan saat sekolah, aku punya waktu luang untuk mengerjakan pekerjaan saat anak sekolah. Saat liburan ini, aku harus membagi waktu dengan baik agar kedua hal tersebut terurus dan selesai. Lumayan repot sih, apalagi dibandingkan dengan rekanku yang bisa selesai mengerjakan laporan dengan cepat, dan aku masih sering keteteran. 

Tapi aku bersyukur di rumah banyak yang membantuku. Ada orangtuaku dan juga ada asisten yang kadang bisa dititip Ziyad. Aku juga bangga pada diriku sendiri yang berusaha untuk melakukan tugas ibu dengan baik. Apalagi aku tidak ada suami, aku harus berusaha mandiri dan kuat. Jujur minggu kedua liburan aku sudah kelelahan sekali, tapi aku masih berusaha jalani dan beradaptasi dengan rutinitas yang berubah. Makanya aku bangga sekali dengan diri sendiri karena telah berusaha keras dengan keadaan yang baru. Mungkin bekerja merupakan hal biasa, mengurus anak juga hal biasa. Tapi melakukan keduanya adalah hal yang luar biasa bagiku. Makanya tiap malam aku bersyukur sudah melewati satu hari yang hebat.

Sekarang sudah masuk sekolah lagi. Rasanya aku senang sekali. Aku bisa beristirahat, Ziyad bisa banyak belajar di sekolah. Banyak hal yang kukerjakan selama liburan, dan alhamdulillah Allah masih memberi kesehatan kepada aku dan Ziyad. Semoga di waktu mendatang aku bisa menjalani hari manapun dengan lebih bahagia.

Ziyad dan Mama saat Idul Adha


Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...