Karena pekerjaanku adalah planner, aku paling suka merencanakan suatu hal. Mungkin karena pekerjaanku yang kubawa jadi kebiasaan. Secara rinci aku rencanakan rencana untuk beberapa bulan hingga lima tahun ke depan.
Saking senangnya planning rencana hidup, hampir semua buku
tulisku ada isinya tentang hal tersebut. Sambil menunggu anak terapi aku
membawa catatan untuk memikirkan rencana beberapa bulan ke depan. Kadang aku
sedang melamun di sore hari, lalu aku memikirkan hidupku di masa depan dan
terpikir berbagai macam hal. Langsung aku ambil notesku dan aku tuliskan
rencana tersebut, karena takutnya lupa.
Tapi belakangan ini aku sering galau karena sibuk memikirkan
masa depan. Apalagi untuk hal-hal besar yang aku inginkan. Misalnya mengenai
pekerjaan impianku hingga membangun rumah tangga. Rasanya kepalaku terus
berpikir dan berpikir. Ingin begini dan begitu, serta sibuk memikirkan
kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Capek juga rasanya.
Kadang, ada plan yang aku sudah buat dengan rapih namun
belum berhasil. Misalnya, aku sudah optimis apply kerja di suatu tempat. Aku
sudah lakukan prosesnya hingga wawancara. Setelah wawancara, aku sudah
membayangkan akan tinggal di sana, nanti rencana dengan anakku bagaimana hingga
akan tinggal dimana. Namun ternyata saat pengumuman namaku tidak ada di
pengumuman. Jika mengalami kejadian pahit, aku suka ingin menyerah saja dengan
rencanaku. Akhirnya aku jalani hidup seadanya saja jika sudah gagal.
Namun, banyak juga hal baik yang datang di luar rencanaku. Terkadang
ada rezeki yang datang tiba-tiba. Aku juga tiba-tiba ditawari tambahan pekerjaan
sehingga hidupku membaik. Aku sangat bersyukur jika Allah memberiku hadiah. Dan
jika hal baik terjadi, aku semangat menjalani hidup, terutama menanti hari
esok.
Setelah banyak hal kujalani, aku sadar rencana Allah yang
terbaik. Aku tetap senang planning rencana ke depanku, sambil tetap berusaha
optimis. Aku juga pikir selain merencanakan, banyak hal yang bisa mulai aku
kerjakan dari hal-hal kecil. Sehingga hidupku akan terus berprogress. Bismillah,
semoga masa depan yang baik menantiku.

Comments