Skip to main content

resolusi taun 2008

uda mau 2008. .jaman-jamannya nih orang bikin yang kayak ginian (resolusi). Udah ga keitung kalo tiap liat multiply rasanya ada aja yang nulis resolusi buat tahun depan
walaupun kayaknya gak bakal dilakuin.

OKE. aku gak mungkin kan kalau g bikin resolusi juga (ntar dblg ketinggalan jaman lagi). So, I've made it! Udah diketik terus teksnya diwarna lucu-lucu terus ditempel di styrofoam di kamarku. Sekalian aja deh dimasukkin di blog aku kalau masih bisa dibilang blog =)

copy from MS Word.
paste.

RESOLUSI TAUN 2008!

1. RAJIN IBADAH

banyakin shaum + tahajud + hapalan

2. NAEK KELAS

nilai mate min 75 bio min 80 fisika min 75

3. LEBIH RAMAH

banyak senyum =)

4. SELALU NGERJAIN PR

ga boleh enggak

5. BELAJAR

sering « g cuma pas ulangan doang

6. GAK AKAN PERNAH REMED MATE

selalu ngedengerin omongan Bu Eti

7. AKTIF OSIS, KARATE

tiap rapat ngumpul tiap latian dateng

8. MENANG KEJUARAAN

latian komite di rumah

9. MASUK SELEKSI OLIM BIO

kalo ada waktu luang baca biologi

ossh! ganbatte!



hha. gede bgt kan tulisannya? sengaja tu supaya tiap masuk kamar langsung ngajeblak dan mau ga mau kudu dibaca! siip! I want to changeee! *berubah!






Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...