Skip to main content

4 days experience - Singapore: City Tour, Garden by the Bay

Day 2
Setelah kemarin seharian ngebolang dengan banyak jalan kaki dan naik MRT, pagi ini kami jalan-jalan dengan guide tour (Asiatravel) karena ini juga dapet gratis sepaket dengan hotelnya. Kalau bayar satu orangnya 18 dollar sg. Katanya dari Asiatravel, harus kumpul di Singapore flyer jam 8.45 pagi, berangkatlah dari hotel ke singapore flyer dengan MRT. Untuk menuju singapore flyer, naik MRT sampai Promenade, dari sana hanya tinggal jalan.
Sebenernya pengen bgt naik singapore flyer tapi waktunya gak cukup, semoga bisa naik kapan-kapan. Biaya naik Singapore flyer 33 dollar Singapore. Sampailah di sana, ternyata di sana memang tempat berkumpulnya tour guide buat turis2.

Yay udah daftar dan dapet tanda sebagai peserta tur, haha. Maklum selama ini sebelumnya ke Singapore dan ke Malaysia jalan sendiri dan g pernah pakai tur, jadi penasaran gimana.
Rute dari tur ini ternyata: little india - merlion park - chinatown dan terakhir di Singapore Botanic Garden. Karena kemarin sudah ke beberapa tempat yang dituju hari ini juga, seperti ke merlion park dan Singapore Botanic Garden. Berangkatlah dengan bus sekitar pukul 9 pagi.
Tujuan pertama, little india. Jadi waktu pertama kali ke singapore kita juga belum sempet ke sini, sekarang akhirnya sampai juga ke little india. Di tempat ini memang banyak sekali barang-barang khas india yang dijual, mulai dr makanan-makanan, souvenir, sampai yang buat hyena. Cuma dikasih waktu 20 menit, dan akhirnya hanya beli kari-karian untuk dibawa pulang. kekeke. Foto-foto sebentar. Langsung lanjut, ke chinatown.
Ini di depan Little India :D

Di chinatown, kemarin sudah sempet lihat-lihat, jadi kami ngaso-ngaso. Tempatnya bagus dan serba merah. Ada juga kuil-kuilnya di sana, bisa masuk juga, tp kurang tertarik buat masuk. Di sana juga ada market yang jual baju-baju.
Chinatown :D
ini kuilnya, bagus banget buat foto-foto :)

Tujuan ketiga yaitu merlion park, kami juga dikasih waktu sekitar 20 menit. Ketika orang lain lari untuk ke merlion park, kami juga duduk-duduk dan foto di sekitarnya. Terakhir, ke Singapore botanic garden.
Ini di gedung sekitar Merlion park, haha

Singapore Botanic Garden itu semacam kebun raya, kalau di sini kebun raya bogor, haha. Tempatnya luass banget, terus banyak tanaman tropisnya. Terutama banyak tanaman pakis. Di sana juga ada national orchid gardennya khusus anggrek semua.  National Orchid Garden ada di dalam rumah kaca  yang untuk masuknya bayar lagi 5 dollar sg. Waktu di sini juga gak lama jadi kita keliling-keliling dan foto-foto.




Overall, kami sendiri kurang suka mengikuti tourguide, karena meskipun tempat yang dikunjungi banyak, tapi di tiap tempat waktunya hanya sebentar sekali. Kalau sudah melebihi waktu yang ditentukan dipanggil-panggil dan harus ikut rombongan. Selain itu juga tempatnya udah ditentukan dan g fleksibel, jadi gak bisa semaunya kita kemana. Tapi karena ini gratis sih jadi gapapa, hehe.
Selanjutnya pulang dulu ke hotel sekitar dzuhur, berangkat lagi sekitar jam 3an. Tujuannya adalah Garden by the Bay! Garden by the Bay adalah taman seluas sekitar 100 hektar, lokasinya di dekat Marina Bay, jadi naik MRT turun di bayfront station, caranya adalah dengan naik sampai Marina Bay, lalu naik ke jalur circle line sampai bayfront station.
Sampailah di sana, dan teh tazkiyah ingin ke Singapore Art Science Museum, jadi kita bareng ke Garden by The Bay, setelahnya bapak dan Mamah masuk ke conse
rvatoriesnya.
Dari luar sudah terlihat pohon-pohon buatan yang dinamakan 'supertree' jadi dibuat semacam rangka besi dan dikelilingi oleh tanaman rambat. Di luar terdapat danau, yang di tengahnya ada lambang garden by the bay ini yaitu capung. Masuk ke dalamnya, lebih banyak lagi supertree. Dan setelah itu kami naik ke skywalknya, untuk masuknya bayar 5 dollar sg. Dari atas skywalk bisa lihat pemandangan singapore.

Ini fotoo dari atas skywalk
Supertree, jadi ada banyak 'pohon-pohon seperti ini di Garden by the Bay, di antara pohon tersebut ada skywalk untuk orang jalan-jalan dan melihat pemandangan dari atas

Selanjutnya mamah dan bapak ke conservatory, di sana ada lebih banyak tanaman lagi, kalau kata mamahku bagus, ada air terjun, ada pohon-pohon besar, dan semuanya di dalam dome. Untuk masuknya 28 $ sg.
di dalam conservatory

Aku dan teh tazy ke Art Science Museum, jadi untuk masuk ke sana harus memilih salah satu exhibition yang ada. Harga tiketnya 28 $ sg. Karena yg natgeo photography hanya ada weekend, sisanya tinggal mummy dan desain interior gitu. Akhirnya kami milih yang mummy. Di dalam aku dan teh tazy nonton video tentang pembuatan mumi dan setelah itu ada semacam museumnya juga di luar. Tapi sayangnya tidak terlalu tertarik, jadi g terlalu excited juga. Di lantai atasnya ada museum juga tapi sedikit yang dipajang, jadi sangat di bawah ekspektasi.
Ke luar dari museum itu adalah mal, jadi penyambung antara MRT, museum dengan jalan ke garden by the bay adalah mal.


Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...