Skip to main content

Mengapa kita harus bawa botol minum

Terusan dari post sebelumnya http://nusaibaadzilla.blogspot.com/2014/02/mengapa-kita-harus-minum-air.html,
Untuk mengurangi kekurangan air minum, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan membawa botol minuman sendiri! Akhir-akhir ini aku selalu bawa botol minum sendiri, karena banyak keuntungannya:
1. Hemat, bayangkan kita keluar tanpa bawa botol minum, pasti beli air mineral dalam botol. Anggap saja sehari beli 1 botol seharga 3000, maka sebulan 3x3000, kita bisa menghemat 90.000 rupiah
2. Selain hemat, bayangkan kita bisa mengurangi sampah plastik dari botol air mineral tersebut. Jika ditumpuk maka akan menjadi seperti ini


3. Jika tidak membawa air, orang cenderung untuk membeli minuman kemasan. Apalagi ketika haus, orang cenderung membeli minuman dingin yang segar. Tapi untuk diketahui, minuman dalam kemasan mengandung banyak (sekali) gula. Dalam artikel ini disebutkan bahwa fanta mengandung 82 gram gula, atau setara 10 sendok makan gula (satu sendok makan = 8 gr). http://xfinity.comcast.net/slideshow/news-9unhealthysupermarketdrinkstoavoid/8/. Bayangkan sepuluh sendok gula masuk ke dalam tubuh kita, dan dengan masuknya gula ke dalam tubuh, dapat meningkatkan resiko diabetes dan penuaan dini.
4. Bisa minum kapan saja, tanpa harus menahan haus karena tidak menemukan yang menjual air.

Tanya: tapi berat bawa botol minum?

Jawab: Pilih mana berat atau kesehatan :) dan sekarang banyak botol minum dengan ukuran yang tidak terlalu besar, dan di beberapa tempat ada untuk isi ulang

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Jalan-jalan ke korea: Membuat Visa Korea Selatan (1)

Jadi aku memutuskan untuk menulis tentang perjalanan ke korea ini, honestly I'm so excited! pergi ke korea 10 hari dengan rute perjalanan Busan - Jeonju - Seoul. Aku pergi dengan mamahku, bu adjar (teman mamah) dan di Korea ada adikku yang lagi exchange selama satu tahun dan kuliah di seoul. Pemesanan tiket selesai (airasia.com), karena kami memutuskan untuk kemana-mana sendiri dan tidak memakai travel, begitu ada tiket promo ke Busan, akhirnya kami beli. Tiket pesawat ke Busan hanya 1,2 juta rupiah, ditambah bagasi dll jadi sekitar 1,5 juta rupiah. Untuk pulangnya, kami belum pesan dulu karena belum menentukan pulangnya kapan awalnya, dan belum dapat tiket promo yang murah dari seoul, dan akhirnya pas udah deket sekarang harus beli, dan dapat tiket seharga 2,5 juta rupiah belum dengan bagasi, dari Seoul. Untuk hotel kita pesen dari booking.com, di Busan di Hansung Motel Busan dan untuk di Seoul di Hongdae Uncle Seoul. Kita sengaja cari yang murmer karena ingin banyak jalan-jalan ...