Skip to main content

Ramadhan is not a time for training, but to race

Yesterday I went to Salman for mentoring (discussion and sharing about Islam). My mentor is Teh Yuyut, my senior and we have been doing mentoring for around 2 years. Teh Yuyut had inspirated me a lot. Whenever I have problems, of course I have to seek for the solutions in Quran but since I am still lacking, sometimes I ask for solution to Teh Yuyut.
In yesterday discussion, Teh Yuyut told me about Ramadhan.
Ramadhan comes near, in about 2 months from now. I have heard some people saying that we have to prepare for Ramadhan. However, I still have no idea about how to prepare for Ramadhan. Last year, I tried to do sunnah fasting, every Monday and Thursday. My thoughtless mind only thought that in order to be ready for Ramadhan, I have to practice fasting, to prepare mentally and physically.
Teh Yuyut told me an example, if we will participate in running competition, we have to practice. A lot. For months, before the competition. We have to run everyday, maybe day and night, with little rest, so we can win and get the prize. It is actually the same with us and Ramadhan. Ramadhan is like the competition, we have to run in prayer and dua. We pray, recite Al-Quran, do sunnah prayer, alms and do other good deeds full time in Ramadhan toward Allah's ridha/pleasure. And as we know that in Ramadhan, reward for doing prayer will be multiplying a lot.
Therefore, what it means with preparation for Ramadhan is we practice to do these good deeds. Everyday, before Ramadhan we can try to recite Al-Quran, for instance 2-3 page a day. As a result, we will not shocked in Ramadhan to recite Al-Quran 10 page day (a juz). It is the same as we practice run 10 km a day to join 20 km marathon later. It will be better if we can practice run nearly 20 km, the same distance as competition. It is similar as preparing Ramadhan. So, let's prepare for Ramadhan :) It is such a bless to face Ramadhan one more time this year, not all people experience it. One of our thanks to Allah is do his commands in every month, especially Ramadhan. We have to accelerate our prayer and hopefully we can obtain Lailatul Qadar and Allah's ridha.

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Jalan-jalan ke korea: Membuat Visa Korea Selatan (1)

Jadi aku memutuskan untuk menulis tentang perjalanan ke korea ini, honestly I'm so excited! pergi ke korea 10 hari dengan rute perjalanan Busan - Jeonju - Seoul. Aku pergi dengan mamahku, bu adjar (teman mamah) dan di Korea ada adikku yang lagi exchange selama satu tahun dan kuliah di seoul. Pemesanan tiket selesai (airasia.com), karena kami memutuskan untuk kemana-mana sendiri dan tidak memakai travel, begitu ada tiket promo ke Busan, akhirnya kami beli. Tiket pesawat ke Busan hanya 1,2 juta rupiah, ditambah bagasi dll jadi sekitar 1,5 juta rupiah. Untuk pulangnya, kami belum pesan dulu karena belum menentukan pulangnya kapan awalnya, dan belum dapat tiket promo yang murah dari seoul, dan akhirnya pas udah deket sekarang harus beli, dan dapat tiket seharga 2,5 juta rupiah belum dengan bagasi, dari Seoul. Untuk hotel kita pesen dari booking.com, di Busan di Hansung Motel Busan dan untuk di Seoul di Hongdae Uncle Seoul. Kita sengaja cari yang murmer karena ingin banyak jalan-jalan ...