Assalamualaikum Wr. Wb,
Kemarin baru menghadiri talim di Masjid Al-Lathif yang diisi oleh ustadz Hanan Attaki. Sejak kuliah, saya senang sekali mendengar ceramah dari ustadz Hanan karena isi ceramahnya yang bagus, selalu ada hadits-hadits dan sirah nabawiyah serta cerita mengenai nabi-nabi terdahulu sehingga isinya sangat berbobot. Setelah sekian lama tidak hadir, akhirnya kemarin berkesempatan lagi dan terkaget-kaget karena peserta talim sangat banyak, dan kebanyakan anak muda semua. Padahal dulu hanya diisi oleh sekitar satu-dua shaf, dan kebanyakan peserta adalah bapak-bapak dan ibu-ibu. Masya Allah.
Topik pada talim kemarin adalah tentang Himmah, yang mungkin jika diindonesiakan artinya obsesi. Misalnya, orang-orang sekarang memiliki himmah kuliner, yang jika ingin makan sesuatu sampai dikejar tengah malam, walaupun harganya juga mahal. Tapi, himmah Rasulullah adalah hidayatun nafs, dimana 'obsesi' Rasulullah adalah bagi manusia untuk mendapatkan hidayah. Subhanallah.
Kemarin juga diceritakan mengenai kisah Nabi Nuh, yang sangat sangat menginspirasi. Makanya saya membaca-baca lagi dan mencari informasi untuk menulis post ini hehe. Dan yang singkat, lengkap dan mudah dimengerti adalah dari video Ustadz Abdul Nasir Jangda ini:
Kisah Nabi Nuh dapat dibaca di Al-Quran Surat An-Nuh (71). Yang selama ini kita dengar mengenai Nabi Nuh seringkali hanya tentang perahu dan air bah. titik. Namun, pelajaran yang sangat mengena dari kisah Nabi Nuh adalah determinasinya dalam berdakwah dan menyebarkan Islam kepada umatnya.
Dalam Al-Ankabut:14 disebutkan
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. 29:14)
Nabi Nuh telah berdakwah selama sembilan ratus lima puluh tahun. Betapa lamanya Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya. Sedangkan kita, termasuk saya sendiri, masih sangat sulit untuk mulai berdakwah, dan baru beberapa hari saja memberitahukan kebaikan, dan orang lain belum melakukan sudah menyerah. Pada ayat 5-9 surat An-Nuh, dikatakan bahwa Nabi Nuh telah memberi peringatan dan berdakwah kepada kaumnya siang dan malam, yang artinya setiap saat, bahkan malam Nabi Nuh selalu berdakwah. Dan juga telah menyeru dengan segala cara, dengan terang-terangan dan diam-diam.
Namun kaumnya bukannya mendapat hidayah dan mengikuti ajaran Nabi Nuh (hanya 80 orang pengikutnya hingga azab datang), mereka semakin berlari dari kebenaran. Bahkan dikatakan mereka memasukan anak jari ke dalam telinga dan menutukan baju ke mukanya. Yang menggambarkan mereka tidak mau mendengar dakwah dari Nabi Nuh dan sangat sombong. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan yang seperti kaum Nabi Nuh yang mendapat azab, bukan tidak mungkin karena sekarang cukup banyak yang selalu membantah ayat-ayat Al-Quran dan hadist dengan logika saja, bahkan ada juga orang Islam yang seperti itu. Hal ini juga menggambarkan bahwa orang yang selalu menyangkal kebenaran merupakan orang yang sombong, meski azab yang diberikan belum tentu di dunia, namun di akhirat.
Pada ayat-ayat selanjutnya digambarkan kebesaran Allah SWT, Allah menciptakan tujuh langit yang bertingkat-tingkat, hujan lebat yang mengairi bumi, bulan dan matahari, serta menciptakan manusia dari tanah dan mengembalikannya.
Namun, dalam waktu 950 tahun Nabi Nuh berdakwah, hanya segelintir orang yang beriman. Bahkan istrinya dan anaknya pun tidak beriman dan tidak ikut naik ke bahtera, dan memilih naik ke gunung yang sangat tinggi, meskipun akhirnya ikut tenggelam. Betapa sedihnya Nabi Nuh karena anaknya tidak bisa selamat, seperti yang diceritakan pada surat Hud ayat 45-46
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". (11: 45)
Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan". (11: 46)
Kisah Nabi Nuh sangat menginspirasi dengan melihat determinasinya dalam berdakwah, dengan waktu yang sangat lama, dan juga kaum yang sudah buta hatinya, pengikut yang sangat sedikit, namun beliau selalu konsisten dalam menyampaikan agama Allah. Beliau berdoa meminta azab bagi kaumnya dengan kondisi seperti itu, bukan ketika di awal berdakwah sudah diminta azab. Dalam surat Nuh ayat 27 disebutkan:
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir"
Mungkin cukup sekian post kali ini, mohon koreksinya jika ada kesalahan, karena kesalahan datangnya dari saya dan kebenaran hanya datang dari Allah SWT. Wallahualam bissawab
Wassalamualaikum Wr.Wb
Kemarin baru menghadiri talim di Masjid Al-Lathif yang diisi oleh ustadz Hanan Attaki. Sejak kuliah, saya senang sekali mendengar ceramah dari ustadz Hanan karena isi ceramahnya yang bagus, selalu ada hadits-hadits dan sirah nabawiyah serta cerita mengenai nabi-nabi terdahulu sehingga isinya sangat berbobot. Setelah sekian lama tidak hadir, akhirnya kemarin berkesempatan lagi dan terkaget-kaget karena peserta talim sangat banyak, dan kebanyakan anak muda semua. Padahal dulu hanya diisi oleh sekitar satu-dua shaf, dan kebanyakan peserta adalah bapak-bapak dan ibu-ibu. Masya Allah.
Topik pada talim kemarin adalah tentang Himmah, yang mungkin jika diindonesiakan artinya obsesi. Misalnya, orang-orang sekarang memiliki himmah kuliner, yang jika ingin makan sesuatu sampai dikejar tengah malam, walaupun harganya juga mahal. Tapi, himmah Rasulullah adalah hidayatun nafs, dimana 'obsesi' Rasulullah adalah bagi manusia untuk mendapatkan hidayah. Subhanallah.
Kemarin juga diceritakan mengenai kisah Nabi Nuh, yang sangat sangat menginspirasi. Makanya saya membaca-baca lagi dan mencari informasi untuk menulis post ini hehe. Dan yang singkat, lengkap dan mudah dimengerti adalah dari video Ustadz Abdul Nasir Jangda ini:
Kisah Nabi Nuh dapat dibaca di Al-Quran Surat An-Nuh (71). Yang selama ini kita dengar mengenai Nabi Nuh seringkali hanya tentang perahu dan air bah. titik. Namun, pelajaran yang sangat mengena dari kisah Nabi Nuh adalah determinasinya dalam berdakwah dan menyebarkan Islam kepada umatnya.
Dalam Al-Ankabut:14 disebutkan
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. 29:14)
Nabi Nuh telah berdakwah selama sembilan ratus lima puluh tahun. Betapa lamanya Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya. Sedangkan kita, termasuk saya sendiri, masih sangat sulit untuk mulai berdakwah, dan baru beberapa hari saja memberitahukan kebaikan, dan orang lain belum melakukan sudah menyerah. Pada ayat 5-9 surat An-Nuh, dikatakan bahwa Nabi Nuh telah memberi peringatan dan berdakwah kepada kaumnya siang dan malam, yang artinya setiap saat, bahkan malam Nabi Nuh selalu berdakwah. Dan juga telah menyeru dengan segala cara, dengan terang-terangan dan diam-diam.
Namun kaumnya bukannya mendapat hidayah dan mengikuti ajaran Nabi Nuh (hanya 80 orang pengikutnya hingga azab datang), mereka semakin berlari dari kebenaran. Bahkan dikatakan mereka memasukan anak jari ke dalam telinga dan menutukan baju ke mukanya. Yang menggambarkan mereka tidak mau mendengar dakwah dari Nabi Nuh dan sangat sombong. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan yang seperti kaum Nabi Nuh yang mendapat azab, bukan tidak mungkin karena sekarang cukup banyak yang selalu membantah ayat-ayat Al-Quran dan hadist dengan logika saja, bahkan ada juga orang Islam yang seperti itu. Hal ini juga menggambarkan bahwa orang yang selalu menyangkal kebenaran merupakan orang yang sombong, meski azab yang diberikan belum tentu di dunia, namun di akhirat.
Pada ayat-ayat selanjutnya digambarkan kebesaran Allah SWT, Allah menciptakan tujuh langit yang bertingkat-tingkat, hujan lebat yang mengairi bumi, bulan dan matahari, serta menciptakan manusia dari tanah dan mengembalikannya.
Namun, dalam waktu 950 tahun Nabi Nuh berdakwah, hanya segelintir orang yang beriman. Bahkan istrinya dan anaknya pun tidak beriman dan tidak ikut naik ke bahtera, dan memilih naik ke gunung yang sangat tinggi, meskipun akhirnya ikut tenggelam. Betapa sedihnya Nabi Nuh karena anaknya tidak bisa selamat, seperti yang diceritakan pada surat Hud ayat 45-46
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". (11: 45)
Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan". (11: 46)
Kisah Nabi Nuh sangat menginspirasi dengan melihat determinasinya dalam berdakwah, dengan waktu yang sangat lama, dan juga kaum yang sudah buta hatinya, pengikut yang sangat sedikit, namun beliau selalu konsisten dalam menyampaikan agama Allah. Beliau berdoa meminta azab bagi kaumnya dengan kondisi seperti itu, bukan ketika di awal berdakwah sudah diminta azab. Dalam surat Nuh ayat 27 disebutkan:
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir"
Mungkin cukup sekian post kali ini, mohon koreksinya jika ada kesalahan, karena kesalahan datangnya dari saya dan kebenaran hanya datang dari Allah SWT. Wallahualam bissawab
Wassalamualaikum Wr.Wb
Comments