Skip to main content

Ulang tahun ke-25

Hari ini tanggal 5 Maret 2016, saya tepat berumur 25 tahun, ada yang mengucapkan selamat tua.. memang benar, kalau sudah umur segini, ulang tahun bukannya senang tapi khawatir..
Apa yang selama ini sudah dilakukan? Habis kuliah mau ngapain? Kapan nikah?
Setidaknya dalam hari ini saya bisa bertegur sapa dengan orang-orang yang saya jarang ngobrol. Banyak yang mengucapkan selamat ulang tahun dalam dunia maya. Di dunia nyata saya tidak menerima ucapan ulang tahun, mungkin karena saya sedang ansos di dorm dan juga jauh dari Indonesia hehe, sempat keluar untuk zumba dan belanja dan itu merupakan hal yang menyenangkan dibanding sendiri di hari ulang tahun saya. Jadi sepanjang hari saya melihat facebook, whatsapp, line dan membalas terimakasih pada semua yang mengucapkan ulang tahun. Saya benar-benar berterimakasih karena telah mengingat saya, apalagi yang mengucapkan secara pribadi lewat japri. Tapi ini juga jadi pelajaran bagi saya, yang selalu malas mengucapkan selamat ulang tahun dan hanya mengucapkan selamat dengan standar di grup.
Tapi hari ini saya bisa video call dengan keluarga saya di Bandung, orang tua, adik dan keponakan saya. Ini yang paling menyenangkan. Sejak dulu saya selalu bersama keluarga, hanya sekarang saya tidak merayakan ulang tahun bersama keluarga. Jadi sepi rasanya. Padahal keluarga saya juga mengajarkan untuk tidak berpesta dalam merayakan ulang tahun. Ulang tahun justru peringatan umur kita berkurang, harus diingatkan dengan muhasabah. Setidaknya kami pergi ke suatu tempat makan dan makan bersama dan banyak mengobrol.
Oh ya, dan untuk ulang tahun kali ini doanya juga sudah beda. Banyak sekali yang mendoakan supaya segera bertemu jodoh dan dilamar. Untuk hal ini saya aminkan 100x hehe. Mungkin karena semua orang tahu kalau saya tidak pacaran dan memang ingin untuk langsung menikah, hanya jodohnya saja yang belum datang.
Saya bersyukur masih diberikan umur oleh Allah Swt, bisa kuliah di Rotterdam, merasakan ulang tahun yang berbeda.
Kalau kemarin saya bilang di les bahasa belanda: Ik ben vieren twintig jaar oud, hari ini saya bisa bilang: Ik ben vijfen twintig jaar oud :)

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...