Skip to main content

tentang makanan halal di Rotterdam

Saya ingin menulis tentang ini karena tadi saya baru mengalami kejadian yang berkaitan. Jadi saya sedang ke Dirk, salah satu supermarket di Rotterdam. Di sana harganya murah dan lumayan lengkap, sering ada diskon juga. Saya sering membeli di sana, misalnya nugget ikan atau pangasius yang tinggal digoreng. Tadi saya hanya menemani teman saya yang belanja karena sebelumnya sudah belanja di AH, dan saya ingin melihat-lihat cemilan untuk dibeli. Saya melihat ada bitterbalen frozen yang tinggal digoreng, harganya hanya sekitar 2 euro dan cukup banyak. Saya tertarik untuk membelinya dan ingin mengambil dari tempat pendingin tersebut. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri saya dan berkata "It is not halal". Orangnya tidak terlihat seperti muslim, bisa dibilang bule biasa. Tapi setelah itu dia juga cerita kalau di sini harus hati-hati, kecuali yang ada tulisan halalnya. Dia biasa membeli di slagerij maroko dan katanya di AH juga ada yang menjual ayam halal, meskipun agak mahal. Kebetulan sebelumnya saya juga baru membeli ayam halal di AH, jadi saya bilang, ya saya juga baru membelinya. Setelah itu saya mengucapkan terimakasih lalu dia pergi. Alhamdulillah saya masih dilindungi karena dia memberitahu, sebelumnya saya sempat berpikir bahwa bitterbalen adalah kentang, tapi ternyata mungkin saja ada babi karena di dalamnya biasanya ada daging.
Bercerita tentang makanan halal, saya berusaha sebisa mungkin untuk selalu mencarinya. Misalnya, di kampus ada food truck yang menjual makanan turki yang halal dan enak. Harganya cukup terjangkau dan porsinya cukup banyak. Di kampus justru agak susah karena yang halal sepertinya hanya itu dan juga makanan turki di food plaza, dan kadang di restoran lantai 4 ada salmon, tapi saya juga belum pernah.
Untuk ayam dan daging, karena di sini kebanyakan mahasiswanya memasak, bisa dicari di slagerij maroko/turki seperti yang orang tadi bilang. Slagerij seperti ini cukup tersebar di kota Rotterdam, sebelumnya ada di Markethall yang ada di Centrum sehingga saya beberapa kali beli di sana, namun karena tutup dan yang lain cukup jauh, saya beli di AH yang harganya lumayan mahal, sekitar 3,5 euro untuk 400 gram, tapi sudah memakai bumbu jadi lebih praktis. Untuk sosis, smoked beef dan chicken nugget banyak tersedia di Orkide di Middellandstraat.
ayam halal di AH
Restoran halal juga susah dicari, misalnya makanan jepang kemungkinan mirin atau kuahnya memakai alkohol. fastfood di sini juga ayamnya belum tentu halal dan masaknya bisa dicampur dengan bacon. Ada beberapa restoran halal yang menjadi favorit saya, sehingga setiap ada teman yang datang ke Rotterdam saya selalu ajak ke sana. Namanya let's wok dan Andalusia di Markethall, let's wok menjual udon dan ramen tapi sudah ada tulisan halalnya. Andalusia menjual ikan dan seafood sehingga insya Allah aman. Ada juga Restoran Bazar, yang menjual makanan Mediterania. Restoran ini cukup terkenal namun saya belum pernah ke sana, karena selalu penuh sehingga harus reservasi terlebih dahulu.
Let's wok Markethall
Untuk kue dan roti, ini yang cukup sulit. Jika yang ada ingredientsnya, bisa dilihat dari emulgatornya yang biasanya dari hewani, ada tulisannya misalnya e471. Ini masih mubah, yang artinya di antara halal dan haram. Untuk lebih mudahnya bisa download aplikasi halalcheck Yang aman adalah ketika emulgatornya ditulis soya lecithin atau e471 (plantaardig) yang artinya dari tanaman. Saya sudah terbiasa beli roti di Dirk atau AH karena emulgatornya nabati, kecuali kalau darurat di antara kuliah saya harus beli di spar atau supermarket kampus, yang menjual croissant dll. Kue juga sulit karena ketika membeli kita tidak tahu apa bahannya kecuali di supermarket, apakah ada alkohol atau tidak, sebisa mungkin saya hindari tapi terkadang saya masih makan kalau di restoran.
Di sini mencari makanan halal tidak sesulit di kota lain, karena sudah cukup banyak warga yang muslim, terutama imigran. Jadi saya bersyukur dan masih bisa berusaha untuk memakan makanan yang baik dan halal. Makanan halal merupakan ketetapan Allah dan tidak ada satupun ketetapan Allah yang sia-sia.

Comments

diaherdini said…
Thank you Dzilaaa

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Jalan-jalan ke korea: Membuat Visa Korea Selatan (1)

Jadi aku memutuskan untuk menulis tentang perjalanan ke korea ini, honestly I'm so excited! pergi ke korea 10 hari dengan rute perjalanan Busan - Jeonju - Seoul. Aku pergi dengan mamahku, bu adjar (teman mamah) dan di Korea ada adikku yang lagi exchange selama satu tahun dan kuliah di seoul. Pemesanan tiket selesai (airasia.com), karena kami memutuskan untuk kemana-mana sendiri dan tidak memakai travel, begitu ada tiket promo ke Busan, akhirnya kami beli. Tiket pesawat ke Busan hanya 1,2 juta rupiah, ditambah bagasi dll jadi sekitar 1,5 juta rupiah. Untuk pulangnya, kami belum pesan dulu karena belum menentukan pulangnya kapan awalnya, dan belum dapat tiket promo yang murah dari seoul, dan akhirnya pas udah deket sekarang harus beli, dan dapat tiket seharga 2,5 juta rupiah belum dengan bagasi, dari Seoul. Untuk hotel kita pesen dari booking.com, di Busan di Hansung Motel Busan dan untuk di Seoul di Hongdae Uncle Seoul. Kita sengaja cari yang murmer karena ingin banyak jalan-jalan ...