Skip to main content

Pribadi dan hidup sederhana

Dari dulu saya suka sekali hidup sederhana, seperti naik angkot, ojeg, dan makan makanan rumah. Sesekali punya barang mewah atau makan di restoran fancy tentunya pernah dilakukan. Tapi tidak tiap hari. Hidup hemat dan sederhana adalah pilihan. Tabungan harus ada untuk kesehatan atau pendidikan. Saya memilih investasi untuk pendidikan karena saya suka belajar. 

Setiap orang punya prinsip masing-masing. Untuk saya keluarga dan pendidikan nomor satu. Saya juga sering terinspirasi dari teman-teman saya. Saya punya banyak teman yang makan berusaha sehemat mungkin untuk bayar spp. Kuliah di PTN bukan berarti punya teman yang kaya dan bawa mobil kemana-mana. 

Setelah lulus kuliah saya juga mulai kerja, saat kerja saya juga masih naik angkot, dan makan di gelap nyawang asal bersih. Soalnya kalau sakit saya tidak kuat. Sepertinya lambung saya sangat sensitif. Salah makan langsung sakit perut atau asam lambung. Jadi lebih selektif memilih makanan.

Cita-cita saya bisa punya rumah sederhana. Tinggal bersama anak saya. Mengunjungi keluarga saya di Bandung. Bahagia bersama. Apa-apa dibawa ringan dan bahagia. Hidup tidak stres dan tidak terlalu memikirkan kata orang. Karena saya mau menjadi single mom maka saya harus menyiapkan banyak hal, kesiapan mental, dan semoga diberi kekuatan dari Allah agar bisa hidup normal serta bahagia dari hati.

Kalau saya sudah sehat, saya mau bekerja lagi dengan total. Serta belajar dengan baik sesuai kemampuan Allah. Saya benar-benar rindu belajar. Saya tidak punya rahasia besar, hanya masalah sana-sini yang sudah diatur Allah. Saya lagi latihan menerima dan terapi dengan profesional.

Saya sedang belajar untuk hidup sederhana. Belajar menerima banyak hal. Ikhlas tentunya belum terlalu bisa sih. Saya juga manusia. Yang saya ingin punya tabungan di akhirat dan pahala di surga. Kalau dapat rezeki yang lebih tentunya saya syukuri. Mengeluh juga masih sering karena saya manusia biasa. Malu tentunya. Tapi setiap hari saya berusaha kurangi kadarnya, siapa tahu bisa memperbaiki kehidupan yang pernah terlanjur rusak. Kesehatan juga membaik apabila banyak berterimakasih pada tubuh serta mengenali tubuh sendiri. Alhamdulillah untuk semuanya. Saya hanya manusia biasa yang selalu mau memperbaiki diri sendiri. Kesalahan saya segudang yang saya tidak tahu dimana saja. Semoga bisa jadi pribadi yang lebih baik dan disayang orang sekitar. Semoga saya bisa terus belajar dalam menjalani hidup, sesuai kesederhanaan yang saya anut. Aamiin

Mamanya Ziyad :)



Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Jalan-jalan ke korea: Membuat Visa Korea Selatan (1)

Jadi aku memutuskan untuk menulis tentang perjalanan ke korea ini, honestly I'm so excited! pergi ke korea 10 hari dengan rute perjalanan Busan - Jeonju - Seoul. Aku pergi dengan mamahku, bu adjar (teman mamah) dan di Korea ada adikku yang lagi exchange selama satu tahun dan kuliah di seoul. Pemesanan tiket selesai (airasia.com), karena kami memutuskan untuk kemana-mana sendiri dan tidak memakai travel, begitu ada tiket promo ke Busan, akhirnya kami beli. Tiket pesawat ke Busan hanya 1,2 juta rupiah, ditambah bagasi dll jadi sekitar 1,5 juta rupiah. Untuk pulangnya, kami belum pesan dulu karena belum menentukan pulangnya kapan awalnya, dan belum dapat tiket promo yang murah dari seoul, dan akhirnya pas udah deket sekarang harus beli, dan dapat tiket seharga 2,5 juta rupiah belum dengan bagasi, dari Seoul. Untuk hotel kita pesen dari booking.com, di Busan di Hansung Motel Busan dan untuk di Seoul di Hongdae Uncle Seoul. Kita sengaja cari yang murmer karena ingin banyak jalan-jalan ...