Tahun 2022 ini adalah tahun yang baik. Banyak kebaikan yang diberikan Allah kepada saya. Saya belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi lebih ceria dari biasanya. Karunia Allah yang paling besar kepada saya adalah Ziyad. Saya diberi amanah untuk menjaga Ziyad dan saya juga diberikan hak untuk mengasuh Ziyad. Hal tersebut sungguh saya syukuri. Saya berjanji pada diri saya akan menjadi ibu yang lebih baik lagi. Karena Ziyad anak yang spesial, saya pun yakin saya adalah ibu yang spesial. Spesial sabarnya dan kuat dalam menjaga Ziyad.
Bulan ini bulan Oktober, dan bulan depan sudah masuk bulan November. Pada bulan November lima tahun yang lalu saya melahirkan Ziyad. Dan Ziyad sekarang dalam keadaan terus bertumbuh menjadi anak yang lucu dan bahagia. Rasanya saya tidak mau melewatkan sehari pun tanpa Ziyad. Kalau pergi atau berkegiatan pun selalu ingat Ziyad. Inilah rasanya menjadi ibu. Anak selalu ada di hati.
Selain itu, saya merasa lebih percaya diri dalam pekerjaan saya. Memang dibanding teman-teman lain saya belum ada apa-apanya. Tapi saya merasa bangga telah melewati banyak hal untuk mencapai saya yang sekarang. Saya memutuskan untuk konsisten di Planologi karena saya suka dan memiliki passion yang tinggi dalam bidang ini. Saya juga punya mimpi menjadi penulis, namun saya tetap mau bekerja dalam bidang saya. Saya harap di tahun 2022 ini saya makin percaya diri dan dapat mengetahui apa yang saya mau untuk karir saya, untuk diri sendiri bukan untuk memuaskan orang lain.
Dalam hal bersyukur, kesehatan tentu menjadi hal yang perlu saya syukuri. Kesehatan mental yang saya garis bawahi untuk tahun 2022 ini. Tahun ini menjadi tahun saya berjuang dalam kesehatan mental. Saya merasa jauh lebih baik dari awal tahun ini. Jauh sekali. Banyak yang membantu saya dan memberi saran bagi saya. Kegelisahan sudah mulai berkurang dan saya lebih menikmati hidup. Alhamdulillah, semoga dua bulan terakhir di tahun ini menyenangkan dan penuh kebersyukuran.
Comments