Skip to main content

Taman Kiara Artha

Pergi ke taman kota adalah rutinitas kami setiap weekend. Apalagi saya punya anak kecil, yang harus sering bermain di outdoor atau taman. Pasti bosan jika hanya di rumah saja. Sabtu kemarin, kami pergi ke taman Kiara Artha. Letaknya cukup dekat dari rumah. Lokasinya di Kiara Condong. Begitu sampai di tempat, saya melihat banyak orang sedang berolahraga santai.

Tiket masuk ke Taman Kiara Artha ini hanya 10.000 rupiah. Begitu masuk saya langsung mengajak Ziyad main ke kolam ikannya. Ziyad senang sekali bermain bersama ikan. Karena kami datang di pagi hari, taman belum terlalu ramai dan matahari belum terlalu terik. Kolamnya cukup besar, katanya untuk jadwal tertentu sering ada pertunjukan air mancur. Sayangnya saat saya datang sedang tidak ada.


 

Menyusuri taman, makin banyak hal menarik yang ditemukan. Di sekitarnya terdapat persewaan skuter dan sepeda. Pantas di taman banyak yang wara-wiri dengan sepeda. Rata-rata yang datang adalah keluarga, cukup banyak juga yang membawa anak. Memang tempat ini nyaman untuk bersantai bersama keluarga. Terlihat juga kendaraan semacam bus terbuka untuk memutari taman, sangat menarik untuk yang ingin melihat-lihat taman.

Akhirnya setelah berkeliling kami mulai lapar. Ada beberapa pilihan makanan untuk sarapan, seperti bubur ikan, sup dan nasi kuning (saat itu). Selain itu ada juga toko yang menjual es krim, serta beberapa makanan berat yang belum buka karena masih pagi. Akhirnya kami memilih sarapan di salah satu restoran fast food yang ada di taman ini. Pilihan yang mudah karena saya membawa anak. Hari Sabtu yang menyenangkan, tapi saya masih ingin datang lagi untuk mencoba naik sepeda, bahkan katanya bisa naik kuda untuk anak, tergantung waktunya. Semoga bisa datang lagi dan mendapat pengalaman baru yang menyenangkan.




Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Jalan-jalan ke korea: Membuat Visa Korea Selatan (1)

Jadi aku memutuskan untuk menulis tentang perjalanan ke korea ini, honestly I'm so excited! pergi ke korea 10 hari dengan rute perjalanan Busan - Jeonju - Seoul. Aku pergi dengan mamahku, bu adjar (teman mamah) dan di Korea ada adikku yang lagi exchange selama satu tahun dan kuliah di seoul. Pemesanan tiket selesai (airasia.com), karena kami memutuskan untuk kemana-mana sendiri dan tidak memakai travel, begitu ada tiket promo ke Busan, akhirnya kami beli. Tiket pesawat ke Busan hanya 1,2 juta rupiah, ditambah bagasi dll jadi sekitar 1,5 juta rupiah. Untuk pulangnya, kami belum pesan dulu karena belum menentukan pulangnya kapan awalnya, dan belum dapat tiket promo yang murah dari seoul, dan akhirnya pas udah deket sekarang harus beli, dan dapat tiket seharga 2,5 juta rupiah belum dengan bagasi, dari Seoul. Untuk hotel kita pesen dari booking.com, di Busan di Hansung Motel Busan dan untuk di Seoul di Hongdae Uncle Seoul. Kita sengaja cari yang murmer karena ingin banyak jalan-jalan ...