Skip to main content

Mengajar kembali

Saya memiliki cita-cita ingin menjadi dosen. Mungkin saya melihat bapak saya, karena bapak saya seorang dosen. Jurusan saya juga sama dengan bapak saya. Dahulu saya melihat bapak saya sering pergi ke luar kota untuk bekerja. Lalu saya ingin juga jalan-jalan. Saya pikir ke luar kota untuk jalan-jalan, maklum masih sekolah. Tapi sekarang saya tahu bekerja dalam bidang ini bagaimana sedikit-sedikit.

Beberapa tahun ini saya sedang berpikir, apa yang bisa saya bisa. Saya pernah coba jualan gamis, buku anak, kaos kaki, dan yang pasti menjadi ibu rumah tangga biasa dengan harapannya saya merasa bahagia dengan yang saya lakukan. Memang jalan hidup tiap orang berbeda-beda. Ada yang sukses berbisnis, menjadi ibu rumah tangga yang bahagia, dan ada juga yang menjadi working mom.

Menikah bukan berarti menghambat produktivitas dan karir. Jika bertemu pasangan yang tepat, dia akan menjadi pendukung nomor satu dari semua keputusan yang diambil. Saya pernah menikah, dan juga sering mendengar berbagai macam cerita teman saya tentang karir, dan pernikahan. Tiap orang mengalami fase yang berbeda-beda dengan pilihannya masing-masing.

Akhir-akhir ini saya mulai mengajar kembali, dahulu waktu saya kuliah dan baru lulus, saya pernah mengajar menjadi asisten dosen. Sekarang juga saya masih menjadi asisten dosen. Saya memulai lagi hal yang saya inginkan dan saya merasa senang dengan permulaan ini. Cukup lumayan juga adaptasinya, masih sering gugup dan kadang tidak tahu mau bicara apa. Tapi lama kelamaan saya mulai terbiasa dan dapat mengatasi gugup tersebut. Saya mulai lancar dalam mengajar dan semakin baik. Semoga suatu saat saya bisa mencapai cita-cita saya menjadi dosen. Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Jalan-jalan ke korea: Membuat Visa Korea Selatan (1)

Jadi aku memutuskan untuk menulis tentang perjalanan ke korea ini, honestly I'm so excited! pergi ke korea 10 hari dengan rute perjalanan Busan - Jeonju - Seoul. Aku pergi dengan mamahku, bu adjar (teman mamah) dan di Korea ada adikku yang lagi exchange selama satu tahun dan kuliah di seoul. Pemesanan tiket selesai (airasia.com), karena kami memutuskan untuk kemana-mana sendiri dan tidak memakai travel, begitu ada tiket promo ke Busan, akhirnya kami beli. Tiket pesawat ke Busan hanya 1,2 juta rupiah, ditambah bagasi dll jadi sekitar 1,5 juta rupiah. Untuk pulangnya, kami belum pesan dulu karena belum menentukan pulangnya kapan awalnya, dan belum dapat tiket promo yang murah dari seoul, dan akhirnya pas udah deket sekarang harus beli, dan dapat tiket seharga 2,5 juta rupiah belum dengan bagasi, dari Seoul. Untuk hotel kita pesen dari booking.com, di Busan di Hansung Motel Busan dan untuk di Seoul di Hongdae Uncle Seoul. Kita sengaja cari yang murmer karena ingin banyak jalan-jalan ...