Skip to main content

Posts

Happiest day of my life

Bahagia.. sepertinya sesuatu yang biasa saja. Saya dulu nonton korea atau makan enak juga senang. Tapi sekarang kadang saya bertanya ke diri kamu bahagia tidak? Kalau tidak mengapa? Sebenarnya sedih itu biasa saja. Tapi yang saya alami sedihnya panjang dan murung terus. Aneh. Jadi ketika hari ini lagi merenung, saya ingat hari yang paling bahagia dalam hidupku hingga saat ini. The happiest day of my life is.. ITB graduation 🥰 Tanggal 13 Juli 2013. Tanpa bermaksud menyombongkan almamater, tapi hal ini yang benar-benar saya rasa. Hari bahagia benar-benar terkenang di ingatanku. Kalau disuruh ulang cerita mungkin masih ingat cukup banyak. Jadi ST yang pertama-tama lulus dengan teman angkatanku. Makeup dan kebaya yang sesuai pada jamannya. Lalu dipanggil di depan Sabuga sebagai wisudawati Perencanaan Wilayah Kota. Main angklung saat saya wisuda dan lupa beberapa not angklung karena deg-degan dilihat orangtua. Sejak saya tahu akan wisuda Juli, saya memang berencana akan main angklung saat ...

Edisi kangen kampus

Di usia 30an ini, saya tiba-tiba kangen kampus. Hidup hingga sekarang, yang saya rasa paling terkenang adalah masa sarjana alias S1 saya. SMP cukup menyenangkan, SMA biasa-biasa saja. Beda tiap orang. Nah yang saya rasa yang paling menyenangkan adalah kuliah di ITB. Setelah kuliah 4 tahun di sana, banyak sekali cerita yang terkenang hingga sekarang. Saya dapat sahabat juga di sana yang sampai sekarang masih selalu curhat.  Perkuliahan saya mulai nyaman di tahun kedua sejak masuk jurusan. Tahun pertama saya rasa cukup berat karena ada tahap TPB (Tahap Persiapan Bersama). Dapat nilai C juga susah payah terutama di mata kuliah eksakta. Tapi tahun selanjutnya nilai saya semakin bagus dan saya semakin mencintai kampus saya karena sudah biasa dan suka jurusannya.  Saat saya kuliah, saya sering kaget karena persaingannya benar-benar terasa. Ujiannya banyak dan tugasnya juga cukup banyak. Tapi masih dapat saya tanggung di usia 18 hingga 20an saat itu. Banyak teman yang bisa saya tanya...

Mengenal Ziyada

Ziyad adalah anak pertamaku. Kuat dan tangguh, cerdas anaknya. Dari kandungan dia kuat sekali. Terlilit tali pusar dan gawat janin katanya. Terlahir caesar karena pertolongan darurat dokter kandungan saya yang sangat baik dan tenang. Alhamdulillah. Melahirkan cukup berat karena sebelumnya aku tidak expect apa-apa. Persiapanku juga terbilang minim. Tapi pervaginam atau caesar seharusnya tidak jadi masalah. Karena aku masih hidup. Pemulihan pasca caesar hanya sekitar 2 minggu. Aku sayang sekali dengan Ziyad. Tiap hari aku selalu kemana-mana  dengan Ziyad. Bosan juga ada sih. Tapi itu wajar namanya ibu biasa. Biasanya aku kabur sebentar cari bacaan supaya santai dan tidak mengurus anak dengan emosi. Ziyad aku harapkan menjadi laki-laki yang baik. Aku harap Ziyad menurunkan hal-hal yang baiknya dari saya.  Jujur di hati aku pernah denial dengan autisme. Mengapa anakku dan mengapa. Di kandungan tidak ada apa-apa. Aku jalani terus sambil menilik perasaan saya. Apa yang bisa diperbai...

Pribadi dan hidup sederhana

Dari dulu saya suka sekali hidup sederhana, seperti naik angkot, ojeg, dan makan makanan rumah. Sesekali punya barang mewah atau makan di restoran fancy tentunya pernah dilakukan. Tapi tidak tiap hari. Hidup hemat dan sederhana adalah pilihan. Tabungan harus ada untuk kesehatan atau pendidikan. Saya memilih investasi untuk pendidikan karena saya suka belajar.  Setiap orang punya prinsip masing-masing. Untuk saya keluarga dan pendidikan nomor satu. Saya juga sering terinspirasi dari teman-teman saya. Saya punya banyak teman yang makan berusaha sehemat mungkin untuk bayar spp. Kuliah di PTN bukan berarti punya teman yang kaya dan bawa mobil kemana-mana.  Setelah lulus kuliah saya juga mulai kerja, saat kerja saya juga masih naik angkot, dan makan di gelap nyawang asal bersih. Soalnya kalau sakit saya tidak kuat. Sepertinya lambung saya sangat sensitif. Salah makan langsung sakit perut atau asam lambung. Jadi lebih selektif memilih makanan. Cita-cita saya bisa punya rumah sederha...

Bidang kuliah dan hidup saya

Sejak dahulu saya suka sekali kuliah planologi. Meski saya orangnya introvert, saya berusaha mencari passion apa di hati saya. Ternyata saya menemukan passion saya di tata kota. Pertama masuk ITB, takdir saya masuk planologi. Saya sempat kikuk juga sih dengan kuliahnya. Harus bertemu banyak orang, wawancara terus menerus, kuesioner. Lelah terasa juga ya. Alhamdulillah badan kuat. Allah baik memberi saya kesempatan kuliah master degree di Belanda. Saya pernah menulis di blog saya mengenai perjuangan S2 saya di Belanda. Cukup berat perjuangannya. Alhamdulillah otak saya masih sampai kuliah di sana. Saya cukupkan saja sampai master degree. Saya juga masih semangat untuk melanjutkan pekerjaan dan kuliah di planologi. Mungkin perlu adaptasi karena saya sudah lama tidak kuliah planologi. Jurusan lain jelas saya tidak mengerti. Tidak mengerti juga tidak apa-apa. Kan bisa tanya orang lain atau cari pertolongan orang. Kuliah kerja panjang di bidang yang sama kadang membuat saya bosan, selama ta...

Survive corona

Setelah sekian lama tidak menulis blog, akhirnya saya bisa menulis lagi. Saya terkena corona beberapa minggu lalu. Alhamdulillah sembuh dalam 10 hari. Terkena corona memang berat pada awalnya. Saya test pcr dan positif corona sehingga harus isoman di rumah. Saya bingung harus cerita ke siapa dan merasa kesepian sehingga sakitnya bertambah parah di awal sakit. Setelah kondisi badan membaik saya bisa cerita ke teman-teman saya. Saya sendiri sudah vaksin corona dua kali. Namun takdir Allah yang menentukan saya terkena corona juga. Karena saya sedang banyak pikiran saat itu, imun drop dan mudah tertular dari orang lain. Ternyata setelah terkena corona saya melihat virus ini seperti siluman, berputar-putar di kepala membuat bingung dan lupa banyak hal. Saya bahkan lupa nama saya.  sumber: pinterest Gejala corona juga mudah meningkat setiap saya stres, atau panik. Strateginya saya matikan semua berita corona yang menegangkan dan apapun hal yang memicu stres. Saat panik, pernafasan tergan...

hampir tidak bisa pulang

Sebulan terakhir saya di Belanda merupakan sebulan yang sangat sibuk bagi saya. Saya (harusnya) menyelesaikan tesis, keluarga saya datang ke Belanda dan juga masih ada rencana jalan-jalan yang belum tercapai, belum lagi packing dan urusan-urusan kepulangan yang cukup banyak. hampir tidak bisa pulang #1 Saya bersama mamah saya berencana ke Salzburg, karena saya lihat post kakak saya dan juga ada yang bilang kotanya cantik. Selain itu saya ke Innsbruck dan juga ke Praha dan pulang ke Belanda dari Praha. Kejadian hampir tidak bisa pulang nomer 1 ini terjadi di bandara Praha. Kami sudah cukup menyiapkan waktu dari stasiun yang terletak di pusat kota. Saya menemukan ada bus dari stasiun yang langsung menuju ke bandara hanya dalam waktu setengah jam dan harganya pun murah. Akhirnya kami berangkat dari bnb pukul setengah 11, dan berangkat dari stasiun pukul 11. Pesawat kami terbang pukul 2.15, jadi masih ada waktu sekitar dua jam. Kami sampai tepat waktu setengah 12 dan langsung check...