Skip to main content

Posts

Kim ji yeong: born in 1982

Saya baru melihat film yang bertemakan mental health, judulnya Kim Ji Yeong, born in 1982. Saya tahu salah satu pemerannya yaitu Gong Yoo, sebagai suami Jiyeong. Saya merasa sedikit banyak related dengan film ini, makanya saya tertarik mereviewnya. Di Korea film ini banyak dibahas karena mengulas mental health perempuan, khususnya ibu rumah tangga. Sumber: imdb.com Film ini berkisah tentang ibu rumah tangga yang mengalami depresi. Sebelum berumah tangga, dia bekerja kantoran. Jiyeong juga lulusan universitas bagus di Korea. Sejak menikah dan punya anak, dia cenderung lebih murung dan suram. Dia terlihat menarik diri dari masyarakat, di rumah mengurus anak dan melakukan rutinitas yang membosankan. Mengerjakan kegiatan rumah, mengurus anak, mengantarkan anak ke daycare. Jiyeong mengalami pergulatan batin antara menjadi ibu rumah tangga atau kembali bekerja. Dia bahkan sering tidak sadar berbicara sendiri hingga akhirnya diajak konsultasi psikiater oleh suaminya. Mulanya dia menolak untuk...

Pintar? Tidak?

"Kamu tidak bodoh dzila, hanya punya kesalahan dalam hidup" Sesi terapi dengan psikolog/psikiater selalu berulang dengan kalimat tersebut. Lumayan menenangkan karena itu masalah saya. Berulang kali saya berpikir saya bodoh di mananya, mengapa sering terjadi kesalahan berulang-ulang. Sebenarnya saya tidak mampu belajar karena sedang sakit. Kepintaran dan kebodohan menurut saya tetap hal yang relatif. Mungkin secara kasat mata bisa dilihat dari ranking, nilai atau IPK. Tapi tetap saja penilaian pintar dan bodoh itu sedikit membingungkan. Hanya saja saya berulang kali mendengar kata yang tidak enak untuk saya. Jujur saya down. Kepercayaan diri saya juga runtuh. Kata orang apalagi orang terdekat jelas terlanjur masuk. Katanya, hinaan atau kata orang masuk ke dalam hippocampus. Hippocampus adalah bagian dari sistem otak yang terletak dekat pusat otak. Jadi kadang-kadang kalau saya lagi diam, otak saya berputar sendiri seperti kaset mengulang kata-kata yang masuk.  Oh iya, masalah ...

Insecurity perempuan

Hampir semua perempuan pernah merasa insecure. Belakangan ini saya sering sekali merasa insecure. Rasa terlalu kurus, kurang cantik, muka kusam, masalah rambut. Akhirnya ketika belajar tidak muncul di layar zoom laptop karena malu. Melihat kaca saja lihat jeleknya muka sendiri. Sindiran orang sih sudah biasa. Karena saya tidak tahu kenapa dan tidak bisa saya kontrol. Yang saya penasaran adalah mengatasi rasa insecure ini agar lebih percaya diri. Kadang saya merasa cantik, tiba-tiba dikata sedikit saya langsung down sampai tidak mau keluar kamar. Hehe. Yang saya pikirkan tentu saja mengelola kata orang. Orang lain juga manusia yang memiliki kesalahan. Saya juga punya banyak kesalahan. Mungkin dengan latihan berteman bisa belajar kontrol emosi. Lumayan susah juga karena kadang muka dan emosi jalan sendiri sesuka hati. Hiks. Tapi kalau ingin bersosialisasi tentu harus berusaha mengatur emosi. Saya sih tidak mau jadi orang yang penyendiri dan tidak mau bertemu orang karena pundungan dan me...

Happiest day of my life

Bahagia.. sepertinya sesuatu yang biasa saja. Saya dulu nonton korea atau makan enak juga senang. Tapi sekarang kadang saya bertanya ke diri kamu bahagia tidak? Kalau tidak mengapa? Sebenarnya sedih itu biasa saja. Tapi yang saya alami sedihnya panjang dan murung terus. Aneh. Jadi ketika hari ini lagi merenung, saya ingat hari yang paling bahagia dalam hidupku hingga saat ini. The happiest day of my life is.. ITB graduation 🥰 Tanggal 13 Juli 2013. Tanpa bermaksud menyombongkan almamater, tapi hal ini yang benar-benar saya rasa. Hari bahagia benar-benar terkenang di ingatanku. Kalau disuruh ulang cerita mungkin masih ingat cukup banyak. Jadi ST yang pertama-tama lulus dengan teman angkatanku. Makeup dan kebaya yang sesuai pada jamannya. Lalu dipanggil di depan Sabuga sebagai wisudawati Perencanaan Wilayah Kota. Main angklung saat saya wisuda dan lupa beberapa not angklung karena deg-degan dilihat orangtua. Sejak saya tahu akan wisuda Juli, saya memang berencana akan main angklung saat ...

Edisi kangen kampus

Di usia 30an ini, saya tiba-tiba kangen kampus. Hidup hingga sekarang, yang saya rasa paling terkenang adalah masa sarjana alias S1 saya. SMP cukup menyenangkan, SMA biasa-biasa saja. Beda tiap orang. Nah yang saya rasa yang paling menyenangkan adalah kuliah di ITB. Setelah kuliah 4 tahun di sana, banyak sekali cerita yang terkenang hingga sekarang. Saya dapat sahabat juga di sana yang sampai sekarang masih selalu curhat.  Perkuliahan saya mulai nyaman di tahun kedua sejak masuk jurusan. Tahun pertama saya rasa cukup berat karena ada tahap TPB (Tahap Persiapan Bersama). Dapat nilai C juga susah payah terutama di mata kuliah eksakta. Tapi tahun selanjutnya nilai saya semakin bagus dan saya semakin mencintai kampus saya karena sudah biasa dan suka jurusannya.  Saat saya kuliah, saya sering kaget karena persaingannya benar-benar terasa. Ujiannya banyak dan tugasnya juga cukup banyak. Tapi masih dapat saya tanggung di usia 18 hingga 20an saat itu. Banyak teman yang bisa saya tanya...

Mengenal Ziyada

Ziyad adalah anak pertamaku. Kuat dan tangguh, cerdas anaknya. Dari kandungan dia kuat sekali. Terlilit tali pusar dan gawat janin katanya. Terlahir caesar karena pertolongan darurat dokter kandungan saya yang sangat baik dan tenang. Alhamdulillah. Melahirkan cukup berat karena sebelumnya aku tidak expect apa-apa. Persiapanku juga terbilang minim. Tapi pervaginam atau caesar seharusnya tidak jadi masalah. Karena aku masih hidup. Pemulihan pasca caesar hanya sekitar 2 minggu. Aku sayang sekali dengan Ziyad. Tiap hari aku selalu kemana-mana  dengan Ziyad. Bosan juga ada sih. Tapi itu wajar namanya ibu biasa. Biasanya aku kabur sebentar cari bacaan supaya santai dan tidak mengurus anak dengan emosi. Ziyad aku harapkan menjadi laki-laki yang baik. Aku harap Ziyad menurunkan hal-hal yang baiknya dari saya.  Jujur di hati aku pernah denial dengan autisme. Mengapa anakku dan mengapa. Di kandungan tidak ada apa-apa. Aku jalani terus sambil menilik perasaan saya. Apa yang bisa diperbai...

Pribadi dan hidup sederhana

Dari dulu saya suka sekali hidup sederhana, seperti naik angkot, ojeg, dan makan makanan rumah. Sesekali punya barang mewah atau makan di restoran fancy tentunya pernah dilakukan. Tapi tidak tiap hari. Hidup hemat dan sederhana adalah pilihan. Tabungan harus ada untuk kesehatan atau pendidikan. Saya memilih investasi untuk pendidikan karena saya suka belajar.  Setiap orang punya prinsip masing-masing. Untuk saya keluarga dan pendidikan nomor satu. Saya juga sering terinspirasi dari teman-teman saya. Saya punya banyak teman yang makan berusaha sehemat mungkin untuk bayar spp. Kuliah di PTN bukan berarti punya teman yang kaya dan bawa mobil kemana-mana.  Setelah lulus kuliah saya juga mulai kerja, saat kerja saya juga masih naik angkot, dan makan di gelap nyawang asal bersih. Soalnya kalau sakit saya tidak kuat. Sepertinya lambung saya sangat sensitif. Salah makan langsung sakit perut atau asam lambung. Jadi lebih selektif memilih makanan. Cita-cita saya bisa punya rumah sederha...