Skip to main content

Posts

Menonton Drama Korea

Menjadi ibu anak satu memang cukup sibuk setiap harinya. Kadang rutinitas mengasuh anak juga terasa menjenuhkan. Untuk mengatasi kejenuhan tersebut, aku suka mencari hobi atau rutinitas yang menyenangkan. Karena waktuku dibagi untuk bekerja dan mengasuh anak, kadang hariku lumayan padat. Tapi kadang juga ada waktu senggang, misalnya saat anak sekolah atau pekerjaan sedang sedikit. Saat senggang itulah aku sering mengisi dengan hobiku, yaitu menonton drama korea. Banyak alasan mengapa aku suka drama korea. Drama korea memiliki alur cerita yang menarik, sehingga waktu sejam untuk satu episode tidak terasa. Selain itu tentu saja aktor dan aktris di drama penampilannya menarik, sehingga tidak pernah bosan untuk dilihat. Meski tidak sampai ngefans berat, tentu saja aku mempunyai beberapa aktor dan aktris yang paling aku sukai. Selain itu, genre dari drama korea juga beragam. Selain percintaan, ada juga yang genrenya fantasi, thriller hingga misteri. Dari semua genre, aku paling suka g...

Aku dan Rencana Hidupku

 Karena pekerjaanku adalah planner, aku paling suka merencanakan suatu hal. Mungkin karena pekerjaanku yang kubawa jadi kebiasaan. Secara rinci aku rencanakan rencana untuk beberapa bulan hingga lima tahun ke depan. Saking senangnya planning rencana hidup, hampir semua buku tulisku ada isinya tentang hal tersebut. Sambil menunggu anak terapi aku membawa catatan untuk memikirkan rencana beberapa bulan ke depan. Kadang aku sedang melamun di sore hari, lalu aku memikirkan hidupku di masa depan dan terpikir berbagai macam hal. Langsung aku ambil notesku dan aku tuliskan rencana tersebut, karena takutnya lupa. sumber ilustrasi: Canva Tapi belakangan ini aku sering galau karena sibuk memikirkan masa depan. Apalagi untuk hal-hal besar yang aku inginkan. Misalnya mengenai pekerjaan impianku hingga membangun rumah tangga. Rasanya kepalaku terus berpikir dan berpikir. Ingin begini dan begitu, serta sibuk memikirkan kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Capek juga rasanya. Kadang, ...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...

membeli buku second di aplikasi Carousell

Saya adalah seorang avid reader, yang memiliki antusiasme tinggi dalam membaca. Saya punya budget per bulan untuk membeli buku, karena selalu ada buku yang ingin dibeli. Dulu saya sering melipir ke toko buku yang paling terkenal di kota saya untuk sekedar melihat-lihat buku atau membeli satu dua buku yang diinginkan. Sekarang, zaman sudah berubah. Saya cenderung membeli buku melalui online karena lebih praktis dan diantar sampai rumah. Bahkan sekarang saya bisa membeli buku bekas melalui aplikasi juga. Gimana caranya ya? Bermula dari saya instal aplikasi carousel untuk menjual beberapa barang bekas saya. Saya menjual barang bekas seperti baju, skincare hingga perlengkapan anak yang tidak terpakai. Tapi belakangan ini saya sering menjual buku bekas saya, karena beberapa kali saya membeli buku yang kurang cocok, jadi saya jual saja di Carousell.  Saya sering ingin membeli buku impor karena banyak yang bagus isinya. Tapi harganya lumayan mahal dan saya belum bisa membelinya. Alhasil ...

Apply Pekerjaan?

Aku memutuskan untuk memulai karir kembali sejak tahun lalu menjadi single mom. Tadinya aku merasa cukup jadi ibu rumah tangga saja, dan mengasuh anak. Itu saja sudah repot sekali. Tapi karena aku harus mencari nafkah, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk membiayai diri dan anakku. Aku dulunya ibu rumah tangga biasa yang pikirannya mengurus anak dan bersih-bersih rumah. Sekarang kondisi menuntutku untuk menjadi kepala keluarga. Untungnya sebelum aku menikah aku pernah bekerja dan kuliah master, sehingga menjadi modal awal dan CVku tidak kosong-kosong amat. Aku juga tidak terlalu kaget dengan bagaimana harus bekerja, meski dahulu kerjaku kebanyakan freelance proyek. Tahun ini, aku sudah beberapa kali melamar kerja. Belum sampai tidak terhitung. Yang sudah lolos ke tahap interview hanya dua, dan kulakukan sebisa mungkin dengan pengalamanku yang masih minim. Tapi belum rezeki ternyata. Email penolakan memang tidak diterima, tapi tidak dikabari jika tidak lolos tahap lebih la...

Liburan kali ini

Akhirnya hari ini liburan akhir tahun ajaran sudah selesai. Liburan ini lebih lama dari biasanya, yang paling lama sebelum ini adalah libur lebaran sekitar dua minggu. Libur kenaikan kelas ini lamanya sekitar sebulan. Sungguh liburan yang panjang dan melelahkan. Mungkin karena aku baru punya anak satu, dan baru mengalami liburan seperti ini. Sejak awal liburan, aku tidak merencanakan macam-macam untuk anakku. Hanya beberapa hal untuk dipelajari. Aku juga mengambil proyek dalam bidangku, jadi cukup sibuk. Ini juga merupakan proyek pertamaku setelah lama mengasuh anak, makanya aku perlu adaptasi lagi dalam bekerja. Dahulu aku suka mengerjakan proyek, kadang dua proyek sekali waktu. Mungkin karena aku masih muda ya jadi masih kuat dan banyak waktu. Kembali lagi ke liburan, aku berusaha untuk melakukan double job sebagai ibu dan bekerja dalam satu waktu. Bedanya dengan saat sekolah, aku punya waktu luang untuk mengerjakan pekerjaan saat anak sekolah. Saat liburan ini, aku harus membagi wak...

Akhir tahun ajaran Ziyad

Sebagai seorang ibu yang memiliki anak satu, banyak kebersyukuran yang saya rasakan. Pada hari Rabu, 21 Juni kemarin Ziyad bagi rapor untuk akhir tahun. Sudah beberapa kali saya mengambil rapor untuk anak saya, kadang sendiri, kadang dengan ibu saya. Di pembagian rapor ini, haru biru yang saya rasakan. Melihat anak saya yang awal masuk TK tantrum begitu ada puzzle hilang satu bagian. Sekarang katanya sudah tidak pernah tantrum di sekolah. Hanya kadang-kadang rewel saja. Yang dulunya cuek, ada anak lain hanya melengos begitu saja, sekarang sudah mulai ada interaksi dengan temannya. Sudah mulai bermain bareng, berpegangan tangan, dan lainnya. Saya sendiri juga bangga dengan diri saya, karena berhasil mengantarkan Ziyad hingga setahun ini sekolah. Tentunya dengan dukungan keluarga. Keluarga saya sangat mendukung pembelajaran Ziyad dalam segala halnya, terutama dalam hal terapi. Tapi dari segi emosi, saya sebagai ibu sudah sangat membaik. Saya dahulu minder dengan keadaannya, sekarang mera...