Skip to main content

Posts

Pribadi dan hidup sederhana

Dari dulu saya suka sekali hidup sederhana, seperti naik angkot, ojeg, dan makan makanan rumah. Sesekali punya barang mewah atau makan di restoran fancy tentunya pernah dilakukan. Tapi tidak tiap hari. Hidup hemat dan sederhana adalah pilihan. Tabungan harus ada untuk kesehatan atau pendidikan. Saya memilih investasi untuk pendidikan karena saya suka belajar.  Setiap orang punya prinsip masing-masing. Untuk saya keluarga dan pendidikan nomor satu. Saya juga sering terinspirasi dari teman-teman saya. Saya punya banyak teman yang makan berusaha sehemat mungkin untuk bayar spp. Kuliah di PTN bukan berarti punya teman yang kaya dan bawa mobil kemana-mana.  Setelah lulus kuliah saya juga mulai kerja, saat kerja saya juga masih naik angkot, dan makan di gelap nyawang asal bersih. Soalnya kalau sakit saya tidak kuat. Sepertinya lambung saya sangat sensitif. Salah makan langsung sakit perut atau asam lambung. Jadi lebih selektif memilih makanan. Cita-cita saya bisa punya rumah sederha...

Bidang kuliah dan hidup saya

Sejak dahulu saya suka sekali kuliah planologi. Meski saya orangnya introvert, saya berusaha mencari passion apa di hati saya. Ternyata saya menemukan passion saya di tata kota. Pertama masuk ITB, takdir saya masuk planologi. Saya sempat kikuk juga sih dengan kuliahnya. Harus bertemu banyak orang, wawancara terus menerus, kuesioner. Lelah terasa juga ya. Alhamdulillah badan kuat. Allah baik memberi saya kesempatan kuliah master degree di Belanda. Saya pernah menulis di blog saya mengenai perjuangan S2 saya di Belanda. Cukup berat perjuangannya. Alhamdulillah otak saya masih sampai kuliah di sana. Saya cukupkan saja sampai master degree. Saya juga masih semangat untuk melanjutkan pekerjaan dan kuliah di planologi. Mungkin perlu adaptasi karena saya sudah lama tidak kuliah planologi. Jurusan lain jelas saya tidak mengerti. Tidak mengerti juga tidak apa-apa. Kan bisa tanya orang lain atau cari pertolongan orang. Kuliah kerja panjang di bidang yang sama kadang membuat saya bosan, selama ta...

Survive corona

Setelah sekian lama tidak menulis blog, akhirnya saya bisa menulis lagi. Saya terkena corona beberapa minggu lalu. Alhamdulillah sembuh dalam 10 hari. Terkena corona memang berat pada awalnya. Saya test pcr dan positif corona sehingga harus isoman di rumah. Saya bingung harus cerita ke siapa dan merasa kesepian sehingga sakitnya bertambah parah di awal sakit. Setelah kondisi badan membaik saya bisa cerita ke teman-teman saya. Saya sendiri sudah vaksin corona dua kali. Namun takdir Allah yang menentukan saya terkena corona juga. Karena saya sedang banyak pikiran saat itu, imun drop dan mudah tertular dari orang lain. Ternyata setelah terkena corona saya melihat virus ini seperti siluman, berputar-putar di kepala membuat bingung dan lupa banyak hal. Saya bahkan lupa nama saya.  sumber: pinterest Gejala corona juga mudah meningkat setiap saya stres, atau panik. Strateginya saya matikan semua berita corona yang menegangkan dan apapun hal yang memicu stres. Saat panik, pernafasan tergan...

hampir tidak bisa pulang

Sebulan terakhir saya di Belanda merupakan sebulan yang sangat sibuk bagi saya. Saya (harusnya) menyelesaikan tesis, keluarga saya datang ke Belanda dan juga masih ada rencana jalan-jalan yang belum tercapai, belum lagi packing dan urusan-urusan kepulangan yang cukup banyak. hampir tidak bisa pulang #1 Saya bersama mamah saya berencana ke Salzburg, karena saya lihat post kakak saya dan juga ada yang bilang kotanya cantik. Selain itu saya ke Innsbruck dan juga ke Praha dan pulang ke Belanda dari Praha. Kejadian hampir tidak bisa pulang nomer 1 ini terjadi di bandara Praha. Kami sudah cukup menyiapkan waktu dari stasiun yang terletak di pusat kota. Saya menemukan ada bus dari stasiun yang langsung menuju ke bandara hanya dalam waktu setengah jam dan harganya pun murah. Akhirnya kami berangkat dari bnb pukul setengah 11, dan berangkat dari stasiun pukul 11. Pesawat kami terbang pukul 2.15, jadi masih ada waktu sekitar dua jam. Kami sampai tepat waktu setengah 12 dan langsung check...

Awal Ramadhan di Belanda

Hari ini adalah hari keempat puasa di sini, Rotterdam Belanda. Puasa di Belanda cukup lama dibandingkan  dengan Indonesia, karena saat ini sedang summer. Saya harus sahur sebelum jam 3 karena subuh jam 3 pagi, dan buka puasa setelah jam 10 karena maghrib jam 10 malam. Puasa di sini juga lumayan berat awalnya karena belum terbiasa, dan semua orang juga makan dan minum seperti biasa.  Bagi saya, yang paling berat adalah sahur, karena selain masih kenyang juga sangat sulit untuk terjaga sampai jam 2 pagi. Dari empat hari saya sudah puasa di sini, hanya dua kali saya berhasil sahur haha. Ketika buka, saya masih kalap dan ingin makan semua hal. Sehingga saya merasa kenyang dan tidak ingin makan lagi. Lalu saya juga morning person , jadi susah sekali untuk begadang dan cepat ngantuk. Biasanya jam tidur saya jam 10 haha, tapi karena summer saya biasa tidur jam 12 atau jam 1. Kemarin saya memutuskan untuk tidur sebentar dan sudah menyetel alarm, tapi selalu ketiduran setelah lewat sub...

tentang makanan halal di Rotterdam

Saya ingin menulis tentang ini karena tadi saya baru mengalami kejadian yang berkaitan. Jadi saya sedang ke Dirk, salah satu supermarket di Rotterdam. Di sana harganya murah dan lumayan lengkap, sering ada diskon juga. Saya sering membeli di sana, misalnya nugget ikan atau pangasius yang tinggal digoreng. Tadi saya hanya menemani teman saya yang belanja karena sebelumnya sudah belanja di AH, dan saya ingin melihat-lihat cemilan untuk dibeli. Saya melihat ada bitterbalen frozen yang tinggal digoreng, harganya hanya sekitar 2 euro dan cukup banyak. Saya tertarik untuk membelinya dan ingin mengambil dari tempat pendingin tersebut. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri saya dan berkata "It is not halal". Orangnya tidak terlihat seperti muslim, bisa dibilang bule biasa. Tapi setelah itu dia juga cerita kalau di sini harus hati-hati, kecuali yang ada tulisan halalnya. Dia biasa membeli di slagerij maroko dan katanya di AH juga ada yang menjual ayam halal, meskipun agak mahal. Ke...

Tesis

Derita kuliah setahun, semua serba cepat. Kuliah umum 3 bulan, spesialisasi 3 bulan. Sisanya tesis selama 6 bulan. Survey untuk tesis? 3 minggu. Rasanya semua serba kilat. Baru sampai Belanda, sekarang sudah setengah tahun tinggal di sini. Saatnya memulai tesis di awal bulan april setelah ujian kuliah spesialisasi.  Tesis saya mengenai manajemen proyek Teras Cikapundung. Seperti tugas akhir saya dahulu, saya mengambil studi kasus di Bandung lagi, karena saya tinggal di sini. Meski sekarang bedanya menulis dengan bahasa Inggris dan standarnya harus master's degree. Jadi lumayan juga harus berjuang dalam tata bahasa dan materinya. sumber: foto pribadi Tiap universitas berbeda-beda sistemnya. Di sini ternyata setiap bab ada deadline pengumpulannya. Berbeda dengan kuliah saya sebelumnya waktu S1, kita sendiri yang mengatur jadwal untuk menyelesaikan setiap babnya. Saya dulu termasuk cepat menyelesaikan tugas akhir, hanya setengah tahun. Alasannya, karena saya stres, jadi pengen cepat ...