Skip to main content

Posts

Taman Kiara Artha

Pergi ke taman kota adalah rutinitas kami setiap weekend. Apalagi saya punya anak kecil, yang harus sering bermain di outdoor atau taman. Pasti bosan jika hanya di rumah saja. Sabtu kemarin, kami pergi ke taman Kiara Artha. Letaknya cukup dekat dari rumah. Lokasinya di Kiara Condong. Begitu sampai di tempat, saya melihat banyak orang sedang berolahraga santai. Tiket masuk ke Taman Kiara Artha ini hanya 10.000 rupiah. Begitu masuk saya langsung mengajak Ziyad main ke kolam ikannya. Ziyad senang sekali bermain bersama ikan. Karena kami datang di pagi hari, taman belum terlalu ramai dan matahari belum terlalu terik. Kolamnya cukup besar, katanya untuk jadwal tertentu sering ada pertunjukan air mancur. Sayangnya saat saya datang sedang tidak ada.   Menyusuri taman, makin banyak hal menarik yang ditemukan. Di sekitarnya terdapat persewaan skuter dan sepeda. Pantas di taman banyak yang wara-wiri dengan sepeda. Rata-rata yang datang adalah keluarga, cukup banyak juga yang membawa anak. Me...

Bersyukur di penghujung 2022

Tahun 2022 ini adalah tahun yang baik. Banyak kebaikan yang diberikan Allah kepada saya. Saya belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi lebih ceria dari biasanya. Karunia Allah yang paling besar kepada saya adalah Ziyad. Saya diberi amanah untuk menjaga Ziyad dan saya juga diberikan hak untuk mengasuh Ziyad. Hal tersebut sungguh saya syukuri. Saya berjanji pada diri saya akan menjadi ibu yang lebih baik lagi. Karena Ziyad anak yang spesial, saya pun yakin saya adalah ibu yang spesial. Spesial sabarnya dan kuat dalam menjaga Ziyad. Bulan ini bulan Oktober, dan bulan depan sudah masuk bulan November. Pada bulan November lima tahun yang lalu saya melahirkan Ziyad. Dan Ziyad sekarang dalam keadaan terus bertumbuh menjadi anak yang lucu dan bahagia. Rasanya saya tidak mau melewatkan sehari pun tanpa Ziyad. Kalau pergi atau berkegiatan pun selalu ingat Ziyad. Inilah rasanya menjadi ibu. Anak selalu ada di hati. Selain itu, saya merasa lebih percaya diri dalam pekerjaan saya. Memang di...

Kim ji yeong: born in 1982

Saya baru melihat film yang bertemakan mental health, judulnya Kim Ji Yeong, born in 1982. Saya tahu salah satu pemerannya yaitu Gong Yoo, sebagai suami Jiyeong. Saya merasa sedikit banyak related dengan film ini, makanya saya tertarik mereviewnya. Di Korea film ini banyak dibahas karena mengulas mental health perempuan, khususnya ibu rumah tangga. Sumber: imdb.com Film ini berkisah tentang ibu rumah tangga yang mengalami depresi. Sebelum berumah tangga, dia bekerja kantoran. Jiyeong juga lulusan universitas bagus di Korea. Sejak menikah dan punya anak, dia cenderung lebih murung dan suram. Dia terlihat menarik diri dari masyarakat, di rumah mengurus anak dan melakukan rutinitas yang membosankan. Mengerjakan kegiatan rumah, mengurus anak, mengantarkan anak ke daycare. Jiyeong mengalami pergulatan batin antara menjadi ibu rumah tangga atau kembali bekerja. Dia bahkan sering tidak sadar berbicara sendiri hingga akhirnya diajak konsultasi psikiater oleh suaminya. Mulanya dia menolak untuk...

Pintar? Tidak?

"Kamu tidak bodoh dzila, hanya punya kesalahan dalam hidup" Sesi terapi dengan psikolog/psikiater selalu berulang dengan kalimat tersebut. Lumayan menenangkan karena itu masalah saya. Berulang kali saya berpikir saya bodoh di mananya, mengapa sering terjadi kesalahan berulang-ulang. Sebenarnya saya tidak mampu belajar karena sedang sakit. Kepintaran dan kebodohan menurut saya tetap hal yang relatif. Mungkin secara kasat mata bisa dilihat dari ranking, nilai atau IPK. Tapi tetap saja penilaian pintar dan bodoh itu sedikit membingungkan. Hanya saja saya berulang kali mendengar kata yang tidak enak untuk saya. Jujur saya down. Kepercayaan diri saya juga runtuh. Kata orang apalagi orang terdekat jelas terlanjur masuk. Katanya, hinaan atau kata orang masuk ke dalam hippocampus. Hippocampus adalah bagian dari sistem otak yang terletak dekat pusat otak. Jadi kadang-kadang kalau saya lagi diam, otak saya berputar sendiri seperti kaset mengulang kata-kata yang masuk.  Oh iya, masalah ...

Insecurity perempuan

Hampir semua perempuan pernah merasa insecure. Belakangan ini saya sering sekali merasa insecure. Rasa terlalu kurus, kurang cantik, muka kusam, masalah rambut. Akhirnya ketika belajar tidak muncul di layar zoom laptop karena malu. Melihat kaca saja lihat jeleknya muka sendiri. Sindiran orang sih sudah biasa. Karena saya tidak tahu kenapa dan tidak bisa saya kontrol. Yang saya penasaran adalah mengatasi rasa insecure ini agar lebih percaya diri. Kadang saya merasa cantik, tiba-tiba dikata sedikit saya langsung down sampai tidak mau keluar kamar. Hehe. Yang saya pikirkan tentu saja mengelola kata orang. Orang lain juga manusia yang memiliki kesalahan. Saya juga punya banyak kesalahan. Mungkin dengan latihan berteman bisa belajar kontrol emosi. Lumayan susah juga karena kadang muka dan emosi jalan sendiri sesuka hati. Hiks. Tapi kalau ingin bersosialisasi tentu harus berusaha mengatur emosi. Saya sih tidak mau jadi orang yang penyendiri dan tidak mau bertemu orang karena pundungan dan me...

Happiest day of my life

Bahagia.. sepertinya sesuatu yang biasa saja. Saya dulu nonton korea atau makan enak juga senang. Tapi sekarang kadang saya bertanya ke diri kamu bahagia tidak? Kalau tidak mengapa? Sebenarnya sedih itu biasa saja. Tapi yang saya alami sedihnya panjang dan murung terus. Aneh. Jadi ketika hari ini lagi merenung, saya ingat hari yang paling bahagia dalam hidupku hingga saat ini. The happiest day of my life is.. ITB graduation 🥰 Tanggal 13 Juli 2013. Tanpa bermaksud menyombongkan almamater, tapi hal ini yang benar-benar saya rasa. Hari bahagia benar-benar terkenang di ingatanku. Kalau disuruh ulang cerita mungkin masih ingat cukup banyak. Jadi ST yang pertama-tama lulus dengan teman angkatanku. Makeup dan kebaya yang sesuai pada jamannya. Lalu dipanggil di depan Sabuga sebagai wisudawati Perencanaan Wilayah Kota. Main angklung saat saya wisuda dan lupa beberapa not angklung karena deg-degan dilihat orangtua. Sejak saya tahu akan wisuda Juli, saya memang berencana akan main angklung saat ...

Edisi kangen kampus

Di usia 30an ini, saya tiba-tiba kangen kampus. Hidup hingga sekarang, yang saya rasa paling terkenang adalah masa sarjana alias S1 saya. SMP cukup menyenangkan, SMA biasa-biasa saja. Beda tiap orang. Nah yang saya rasa yang paling menyenangkan adalah kuliah di ITB. Setelah kuliah 4 tahun di sana, banyak sekali cerita yang terkenang hingga sekarang. Saya dapat sahabat juga di sana yang sampai sekarang masih selalu curhat.  Perkuliahan saya mulai nyaman di tahun kedua sejak masuk jurusan. Tahun pertama saya rasa cukup berat karena ada tahap TPB (Tahap Persiapan Bersama). Dapat nilai C juga susah payah terutama di mata kuliah eksakta. Tapi tahun selanjutnya nilai saya semakin bagus dan saya semakin mencintai kampus saya karena sudah biasa dan suka jurusannya.  Saat saya kuliah, saya sering kaget karena persaingannya benar-benar terasa. Ujiannya banyak dan tugasnya juga cukup banyak. Tapi masih dapat saya tanggung di usia 18 hingga 20an saat itu. Banyak teman yang bisa saya tanya...