Skip to main content

Posts

Aku dan perjuanganku di ITB

  Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi banyak orang. Bagiku yang saat itu sedang SMA, masuk ITB juga merupakan hal yang aku impikan. Selain itu, ada beberapa kampus yang juga aku impikan. Mungkin karena aku masih SMA, masih remaja dan kadang labil dalam memilih tempat kuliah. Hari ini ingin kuliah farmasi, besok ingin sastra jepang, besoknya lagi ingin kuliah teknik. Pada akhirnya aku mengikuti beberapa ujian masuk kuliah di beberapa universitas untuk meningkatkan peluang masuk. Salah satu fakultas yang kuincar di ITB adalah SAPPK yang merupakan singkatna dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan. Awalnya aku ingin masuk fakultas ini karena kedua orangtuaku berprofesi sebagai arsitek dan perencana kota. Aku melihat kedua orangtuaku sebagai role model untuk pekerjaanku kelak. Namun, saat itu aku lebih tertarik menjadi arsitek karena senang melihat rumah yang bagus dari majalah-majalah milik ibuku. Dengan berbekal kerja keras mengikuti bi...

Perencanaan Keuangan Keluarga

Manajemen keuangan keluarga merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena berbagai alasan. Pertama, penting untuk menjaga agar hidup tetap hemat dan keuangan lebih terkontrol. Saya sudah menjelaskan di post sebelumnya mengenai frugal living mengenai hal tersebut. Kedua, agar keluarga kita dapat hidup lebih stabil. Terkadang, pendapatan tidak tentu dan pengeluaran juga. Keuangan ini perlu dikelola dengan baik untuk menjaga apabila pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Terakhir, manajemen keuangan ini perlu dilakukan untuk masa depan. Di masa depan banyak hal yang bisa terjadi. Uang dapat disimpan dari jauh hari sebelumnya ntuk beberapa hal seperti pendidikan dan pensiun yang bisa diprediksi, Selanjutnya, saya akan menjelaskan mengenai langkah perencanaan keuangan keluarga yang saya lakukan. Bagi keluarga saya sendiri yang terdiri dari ibu dan anak, sepertinya tidak terlalu ribet. Tapi seiring berjalannya waktu, saya belajar bahwa perencanaan keuangan ini sangat penting. Ol...

Belajar Gaya Hidup Frugal Living

Frugal living dapat diartikan sebagai gaya hidup hemat atau sederhana di mana seseorang berusaha untuk mengelola pengeluaran mereka dengan bijaksana, memprioritaskan kebutuhan yang penting. Selain itu, gaya hidup ini juga dilakukan untuk menghindari pemborosan pada hal-hal yang tidak diperlukan. Untuk melakukan gaya hidup frugal living , banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengupayakan penghematan. Aku akan menceritakan mengenai pengalamanku dalam hidup sederhana. Karena aku sudah punya anak, maka kebutuhanku semakin banyak. Belum lagi biaya hidup dan pendidikan semakin tinggi. Karena itu aku berlatih untuk hidup secara frugal living . Memang lumayan sulit awalnya, apalagi aku suka jajan dan belanja online. Rasanya ingin menghabiskan uang untuk belanja hal yang tidak perlu. Cara pertama, aku mencoba menabung uang bulananku di awal bulan. Jika menabung sisa uang, aku tidak akan pernah bisa menabung. Lebih baik menabung di awal sehingga uang akan tersimpan dengan baik. Apalagi di ...

Perencanaan THR di Hari Raya

Mendekati hari raya, setiap pekerja wajib mendapatkan tunjangan hari raya dari kantornya. Besarnya berbeda-beda sesuai dengan kebijakan kantor tersebut. THR pada umumnya diberikan kantor kepada karyawannya, namun selain itu di masyarakat THR juga diberikan anggota keluarga kepada kerabat dekat, bahkan juga anak kecil. Meski terlihat banyak, kadang THR ini cepat sekali ludesnya. Agar THR ini dapat terencana dengan baik, perlu perencanaan keuangan yang matang. THR memiliki   beberapa fungsi untuk keuangan keluarga. Dilansir dari liputan 6, fungsi THR di antaranya menjadi modal keperluan mudik, biaya keperluan lebaran dan dana tambahan untuk liburan. Sungguh banyak manfaat yang dapat diambil dari THR. Bahkan, THR dapat menjadi sumber keuangan untuk pembelian bahan pokok. Bagi yang memiliki gaji tetap, THR dapat diperkirakan lebih dahulu karena sudah ada perhitungannya. Namun, bagi pekerja yang tidak tetap sepertiku, THR tidak tentu jumlahnya. Maka dari itu, harus ada pencatatan ya...

Memasak dan Membuat Kue bersama Ziyad

Aku punya anak berumur enam tahun, namanya Ziyad. Meski dia anak berkebutuhan khusus, aku terkadang melibatkannya dalam kegiatan rumah tangga, salah satunya memasak dan membuat kue. Aku suka memasak makanan yang sehat. Salah satunya adalah ikan dori. Selain sehat, ikan dori ini juga mudah dibuat. Karena Ziyad dapat tugas sekolah untuk memasak, akhirnya kami memasak makanan ini bersama. Dari memasak ikan dori ini, anakku belajar cara memberi tepung pada ikan. Ikan juga diberi bumbu seperti garam dan merica. Setelah itu, aku menggoreng ikan dengan minyak tipis. Ziyad juga ikut membantu membalikan ikan di wajan, meski aku masih membantunya juga. Ternyata jadinya enak sekali. Bahkan akhirnya ikan ini dibawa menjadi bekal Ziyad. Ia juga menyukainya dan memakannya sampai habis. Alhamdulilllah. Beberapa waktu lalu, akhirnya aku mengajak Ziyad untuk membuat kue bersamaku. Aku senang membuat kue dan sering melihat tutorialnya di YouTube. Sudah beberapa resep kue yang aku coba dan alhamdul...

Berkenalan dengan Batagor, makanan khas Bandung

Sudah puluhan tahun aku tinggal di kota ini. Kota Bandung tercinta, meski bukan tempatku lahir, tapi merupakan tempatku menuntut ilmu sejak SD hingga kuliah. Dari kota kenangan ini, banyak sekali makanan enak yang kuingat. Makanan dari Kota Bandung ada bermacam-macam jenisnya, mulai dari yang gurih hingga manis. Ada juga makanan berat hingga camilan yang dapat disantap. Yang paling terkenal di antaranya adalah batagor, cuanki, mie kocok, surabi dan lainnya. Dari semua jenis makanan, yang paling kusukai adalah batagor. Mari mengenal batagor lebih jauh melalui tulisan ini. Bakso tahu goreng, alias batagor adalah makanan khas Bandung yang cukup populer, dan diketahui oleh warga Bandung hingga masyarakat dari luar Bandung. Sesuai namanya, batagor adalah olahan bakso tahu yang digoreng, kemudian dilumuri dengan saus kacang dan kecap manis. Batagor jenis ini yang paling populer di Bandung, dan dijual di berbagai tempat mulai dari restaurant hingga di mang-mang yang lewat di depan rumah. ...

Mencicipi makanan Korea

Meski tidak kelihatan, aku sebenarnya suka sekali makan. Tidak sampai wisata kuliner dari kafe ke kafe, namun aku sebenarnya senang pergi ke tempat makan bersama teman. Apalagi yang selera makannya sama. Dari berbagai jenis makanan, yang paling aku sukai adalah makanan korea. Mengapa suka makanan korea? Sejak SMA, aku mulai menggemari hal-hal berbau Korea. Mulai dari musik hingga dramanya. Aku menulis mengenai drama korea di post sebelumnya. Karena sering melihat makanan Korea di drama, aku jadi tertarik dan ingin mencobanya. Dan ternyata sesuai dengan seleraku. Sampai sekarang aku malah jadi suka makanan korea. Beruntung di Indonesia, makanan korea mudah ditemukan. Mungkin karena menjamurnya budaya negara ini di sini, sehingga banyak yang ingin mencicipi makanannya. Dari semua makanan, yang paling kusukai adalah bibimbap. Bibimbap adalah sajian khas Korea yang berarti nasi campur dengan tumis daging dan aneka sayuran. Tapi yang paling kusukai adalah saus gochujangnya. Adanya s...

Menonton Drama Korea

Menjadi ibu anak satu memang cukup sibuk setiap harinya. Kadang rutinitas mengasuh anak juga terasa menjenuhkan. Untuk mengatasi kejenuhan tersebut, aku suka mencari hobi atau rutinitas yang menyenangkan. Karena waktuku dibagi untuk bekerja dan mengasuh anak, kadang hariku lumayan padat. Tapi kadang juga ada waktu senggang, misalnya saat anak sekolah atau pekerjaan sedang sedikit. Saat senggang itulah aku sering mengisi dengan hobiku, yaitu menonton drama korea. Banyak alasan mengapa aku suka drama korea. Drama korea memiliki alur cerita yang menarik, sehingga waktu sejam untuk satu episode tidak terasa. Selain itu tentu saja aktor dan aktris di drama penampilannya menarik, sehingga tidak pernah bosan untuk dilihat. Meski tidak sampai ngefans berat, tentu saja aku mempunyai beberapa aktor dan aktris yang paling aku sukai. Selain itu, genre dari drama korea juga beragam. Selain percintaan, ada juga yang genrenya fantasi, thriller hingga misteri. Dari semua genre, aku paling suka g...

Aku dan Rencana Hidupku

 Karena pekerjaanku adalah planner, aku paling suka merencanakan suatu hal. Mungkin karena pekerjaanku yang kubawa jadi kebiasaan. Secara rinci aku rencanakan rencana untuk beberapa bulan hingga lima tahun ke depan. Saking senangnya planning rencana hidup, hampir semua buku tulisku ada isinya tentang hal tersebut. Sambil menunggu anak terapi aku membawa catatan untuk memikirkan rencana beberapa bulan ke depan. Kadang aku sedang melamun di sore hari, lalu aku memikirkan hidupku di masa depan dan terpikir berbagai macam hal. Langsung aku ambil notesku dan aku tuliskan rencana tersebut, karena takutnya lupa. sumber ilustrasi: Canva Tapi belakangan ini aku sering galau karena sibuk memikirkan masa depan. Apalagi untuk hal-hal besar yang aku inginkan. Misalnya mengenai pekerjaan impianku hingga membangun rumah tangga. Rasanya kepalaku terus berpikir dan berpikir. Ingin begini dan begitu, serta sibuk memikirkan kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Capek juga rasanya. Kadang, ...

Masa remajaku yang penuh lika-liku

Remaja, kata orang merupakan masanya pencarian jati diri. Aku sendiri juga merasakannya. Setelah mengenyam Pendidikan SD dan SMP di sekolah Islam, akhirnya aku merasakan sekolah di SMA Negeri. Ini merupakan syarat dari orang tuaku, harus bersekolah islam dahulu baru boleh masuk sekolah negeri agar lebih memahami agama dan mungkin agar tidak salah pergaulan. Maklum, aku tinggal di kota Bandung, kota besar dengan berbagai macam orangnya. Maka perjalananku masuk SMA dimulai. Aku masuk SMA dengan niat belajar dan beraktivitas. Aktivitasku di sekolah Islam sebelumnya lebih terbatas. Hanya ada beberapa ekstrakulikuler pilihan dan satu ekstrakulikuler wajib yaitu paskibra. Karena itu, aku merasa penasaran dengan bagaimana sekolah di sekolah negeri. Saat pertama kali masuk SMA, aku hanya memiliki beberapa orang teman dari SMP yang sama. Jujur aku merasa kaget saat melihat teman-teman baru yang lebih beragam di sekolah. Dahulu temanku semuanya berkerudung, dan yang laki-laki juga cukup baik...

membeli buku second di aplikasi Carousell

Saya adalah seorang avid reader, yang memiliki antusiasme tinggi dalam membaca. Saya punya budget per bulan untuk membeli buku, karena selalu ada buku yang ingin dibeli. Dulu saya sering melipir ke toko buku yang paling terkenal di kota saya untuk sekedar melihat-lihat buku atau membeli satu dua buku yang diinginkan. Sekarang, zaman sudah berubah. Saya cenderung membeli buku melalui online karena lebih praktis dan diantar sampai rumah. Bahkan sekarang saya bisa membeli buku bekas melalui aplikasi juga. Gimana caranya ya? Bermula dari saya instal aplikasi carousel untuk menjual beberapa barang bekas saya. Saya menjual barang bekas seperti baju, skincare hingga perlengkapan anak yang tidak terpakai. Tapi belakangan ini saya sering menjual buku bekas saya, karena beberapa kali saya membeli buku yang kurang cocok, jadi saya jual saja di Carousell.  Saya sering ingin membeli buku impor karena banyak yang bagus isinya. Tapi harganya lumayan mahal dan saya belum bisa membelinya. Alhasil ...

Apply Pekerjaan?

Aku memutuskan untuk memulai karir kembali sejak tahun lalu menjadi single mom. Tadinya aku merasa cukup jadi ibu rumah tangga saja, dan mengasuh anak. Itu saja sudah repot sekali. Tapi karena aku harus mencari nafkah, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk membiayai diri dan anakku. Aku dulunya ibu rumah tangga biasa yang pikirannya mengurus anak dan bersih-bersih rumah. Sekarang kondisi menuntutku untuk menjadi kepala keluarga. Untungnya sebelum aku menikah aku pernah bekerja dan kuliah master, sehingga menjadi modal awal dan CVku tidak kosong-kosong amat. Aku juga tidak terlalu kaget dengan bagaimana harus bekerja, meski dahulu kerjaku kebanyakan freelance proyek. Tahun ini, aku sudah beberapa kali melamar kerja. Belum sampai tidak terhitung. Yang sudah lolos ke tahap interview hanya dua, dan kulakukan sebisa mungkin dengan pengalamanku yang masih minim. Tapi belum rezeki ternyata. Email penolakan memang tidak diterima, tapi tidak dikabari jika tidak lolos tahap lebih la...

Liburan kali ini

Akhirnya hari ini liburan akhir tahun ajaran sudah selesai. Liburan ini lebih lama dari biasanya, yang paling lama sebelum ini adalah libur lebaran sekitar dua minggu. Libur kenaikan kelas ini lamanya sekitar sebulan. Sungguh liburan yang panjang dan melelahkan. Mungkin karena aku baru punya anak satu, dan baru mengalami liburan seperti ini. Sejak awal liburan, aku tidak merencanakan macam-macam untuk anakku. Hanya beberapa hal untuk dipelajari. Aku juga mengambil proyek dalam bidangku, jadi cukup sibuk. Ini juga merupakan proyek pertamaku setelah lama mengasuh anak, makanya aku perlu adaptasi lagi dalam bekerja. Dahulu aku suka mengerjakan proyek, kadang dua proyek sekali waktu. Mungkin karena aku masih muda ya jadi masih kuat dan banyak waktu. Kembali lagi ke liburan, aku berusaha untuk melakukan double job sebagai ibu dan bekerja dalam satu waktu. Bedanya dengan saat sekolah, aku punya waktu luang untuk mengerjakan pekerjaan saat anak sekolah. Saat liburan ini, aku harus membagi wak...

Akhir tahun ajaran Ziyad

Sebagai seorang ibu yang memiliki anak satu, banyak kebersyukuran yang saya rasakan. Pada hari Rabu, 21 Juni kemarin Ziyad bagi rapor untuk akhir tahun. Sudah beberapa kali saya mengambil rapor untuk anak saya, kadang sendiri, kadang dengan ibu saya. Di pembagian rapor ini, haru biru yang saya rasakan. Melihat anak saya yang awal masuk TK tantrum begitu ada puzzle hilang satu bagian. Sekarang katanya sudah tidak pernah tantrum di sekolah. Hanya kadang-kadang rewel saja. Yang dulunya cuek, ada anak lain hanya melengos begitu saja, sekarang sudah mulai ada interaksi dengan temannya. Sudah mulai bermain bareng, berpegangan tangan, dan lainnya. Saya sendiri juga bangga dengan diri saya, karena berhasil mengantarkan Ziyad hingga setahun ini sekolah. Tentunya dengan dukungan keluarga. Keluarga saya sangat mendukung pembelajaran Ziyad dalam segala halnya, terutama dalam hal terapi. Tapi dari segi emosi, saya sebagai ibu sudah sangat membaik. Saya dahulu minder dengan keadaannya, sekarang mera...

Keluarga yang lengkap

Pada lebaran kemarin, suasana terasa begitu menyenangkan. Namun di balik itu, lebaran ini adalah lebaran pertama setelah aku resmi bercerai. Rasanya tentu berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya aku masih menjalani sidang perceraian dan merasa kalut. Sekarang, rasanya lebih lega meski ada suatu hal yang hilang. Memiliki keluarga yang lengkap adalah impianku. Aku ingat saat sedang ikut training potensi diri aku harus menggambarkan impianku, dan yang kugambarkan adalah pernikahan, S2 di Belanda dan menjadi dosen. Di usia setelah lulus kuliah aku telah memimpikan hal-hal yang besar untuk hidupku. Ketiga hal tersebut aku perjuangkan meski susah payah dan harus menempuh jalan berliku. Akhirnya aku bisa S2 di Belanda, meski harus apply beasiswa berkali-kali. Sayangnya pernikahan berakhir pada tahun kelima. Aku masih bermimpi ingin menjadi dosen, dan masih meniti jalan menuju hal tersebut. Kembali lagi tentang keluarga, aku pikir aku adalah family woman, yang mengutamakan ke...

Autism Mom

Notes: post ini mungkin mengandung stress Anakku didiagnosa autism spectrum disorder (ASD) pada usia 2 tahun. Sebagai ibunya, muncul ketakutan yang langsung muncul dalam diriku. Alih-alih menerima, aku malah tenggelam dalam ketakutanku tersebut. Aku berdiam diri di rumah berhari-hari. Penerimaanku tidak baik sehingga mendengarkan kata autis saja aku langsung menangis. Akhirnya setelah sekian lama, emosiku membaik dan akhirnya anakku bisa diterapi. Sudah berapa kali assesment dilakukan dan hasilnya tetap sama. Pernah di suatu yayasan klinik tumbuh kembang anak, anakku konsultasi dengan psikolog anak dan malah diketahui aku yang tidak beres dengan diriku sehingga bonding dengan anak tidak kuat. Akhirnya aku beberapa kali ikut sesi konsultasi dengan psikolog di sana. Memiliki anak autis memang tidak mudah, meski sekarang anakku sudah lima tahun kadang aku merasa tidak sanggup. Aku berjuang melawan persepsi di diriku tentang autis.  Berdasarkan Kemenpppa penyandang autisme laki-laki di...

Mengajar kembali

Saya memiliki cita-cita ingin menjadi dosen. Mungkin saya melihat bapak saya, karena bapak saya seorang dosen. Jurusan saya juga sama dengan bapak saya. Dahulu saya melihat bapak saya sering pergi ke luar kota untuk bekerja. Lalu saya ingin juga jalan-jalan. Saya pikir ke luar kota untuk jalan-jalan, maklum masih sekolah. Tapi sekarang saya tahu bekerja dalam bidang ini bagaimana sedikit-sedikit. Beberapa tahun ini saya sedang berpikir, apa yang bisa saya bisa. Saya pernah coba jualan gamis, buku anak, kaos kaki, dan yang pasti menjadi ibu rumah tangga biasa dengan harapannya saya merasa bahagia dengan yang saya lakukan. Memang jalan hidup tiap orang berbeda-beda. Ada yang sukses berbisnis, menjadi ibu rumah tangga yang bahagia, dan ada juga yang menjadi working mom. Menikah bukan berarti menghambat produktivitas dan karir. Jika bertemu pasangan yang tepat, dia akan menjadi pendukung nomor satu dari semua keputusan yang diambil. Saya pernah menikah, dan juga sering mendengar berbagai m...

Tentang sosial media saya

Tentang sosial media memang tidak akan habis diulik oleh semua orang. Dari banyak sosial media, saya masih memiliki instagram dan facebook. Sisanya saya delete untuk menjaga kewarasan, serta agar tidak kecanduan sosial media. Dahulu sih saya termasuk salah satu instagram freak. Apalagi ketika kuliah di Belanda. Saya ingat saya beli baju dan coat baru hanya untuk tidak memiliki foto dengan coat yang sama di setiap post instagram. Serta jalan-jalan ke banyak tempat, saya pikir salah satu tujuannya untuk dipamerkan di sosial media. Lama kelamaan saya bosan juga. Mengapa hidup ini seperti ada di dua dunia. Dunia normal dan dunia maya. Ketika ada masalah dengan stres, saya melihat sosial media memang dengan cara yang beda. Iri, stres dan lainnya. Memang hal negatif yang saya ambil ketika saya bermasalah, maka saya memilih untuk rehat sosial media. Delete sosial media supaya anxiety saya tidak tambah parah. Melatih pola pikir agar lebih positif. Dan melatih diri agar bersosialisasi dengan te...

Taman Kiara Artha

Pergi ke taman kota adalah rutinitas kami setiap weekend. Apalagi saya punya anak kecil, yang harus sering bermain di outdoor atau taman. Pasti bosan jika hanya di rumah saja. Sabtu kemarin, kami pergi ke taman Kiara Artha. Letaknya cukup dekat dari rumah. Lokasinya di Kiara Condong. Begitu sampai di tempat, saya melihat banyak orang sedang berolahraga santai. Tiket masuk ke Taman Kiara Artha ini hanya 10.000 rupiah. Begitu masuk saya langsung mengajak Ziyad main ke kolam ikannya. Ziyad senang sekali bermain bersama ikan. Karena kami datang di pagi hari, taman belum terlalu ramai dan matahari belum terlalu terik. Kolamnya cukup besar, katanya untuk jadwal tertentu sering ada pertunjukan air mancur. Sayangnya saat saya datang sedang tidak ada.   Menyusuri taman, makin banyak hal menarik yang ditemukan. Di sekitarnya terdapat persewaan skuter dan sepeda. Pantas di taman banyak yang wara-wiri dengan sepeda. Rata-rata yang datang adalah keluarga, cukup banyak juga yang membawa anak. Me...

Bersyukur di penghujung 2022

Tahun 2022 ini adalah tahun yang baik. Banyak kebaikan yang diberikan Allah kepada saya. Saya belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi lebih ceria dari biasanya. Karunia Allah yang paling besar kepada saya adalah Ziyad. Saya diberi amanah untuk menjaga Ziyad dan saya juga diberikan hak untuk mengasuh Ziyad. Hal tersebut sungguh saya syukuri. Saya berjanji pada diri saya akan menjadi ibu yang lebih baik lagi. Karena Ziyad anak yang spesial, saya pun yakin saya adalah ibu yang spesial. Spesial sabarnya dan kuat dalam menjaga Ziyad. Bulan ini bulan Oktober, dan bulan depan sudah masuk bulan November. Pada bulan November lima tahun yang lalu saya melahirkan Ziyad. Dan Ziyad sekarang dalam keadaan terus bertumbuh menjadi anak yang lucu dan bahagia. Rasanya saya tidak mau melewatkan sehari pun tanpa Ziyad. Kalau pergi atau berkegiatan pun selalu ingat Ziyad. Inilah rasanya menjadi ibu. Anak selalu ada di hati. Selain itu, saya merasa lebih percaya diri dalam pekerjaan saya. Memang di...